Assalamu'allaikum wrwb,,bismillahirrohmanniriokhim
Sekilas tentang 4 Mazhab
1. Mazhab Hanafi
Pendiri mazhab Hanafi ialah: Nu’man bin Tsabit bin Zautha.Diahirkan
pada masa sahabat, yaitu pada tahun 80 H = 699 M. Beliau wafat pada
tahun 150 H bertepatan dengan lahirnya Imam Syafi’i R.A. Beliau lebih
dikenal dengan sebutan: Abu Hanifah An Nu’man.
Abu Hanifah adalah seorang mujtahid yang ahli ibadah. Dalam bidang
fiqh beliau belajar kepada Hammad bin Abu Sulaiman pada awal abad kedua
hijriah dan banyak belajar pada ulama-ulama Ttabi’in, seperti Atha bin
Abi Rabah dan Nafi’ Maula Ibnu Umar.
Mazhab Hanafi adalah sebagai nisbah dari nama imamnya, Abu Hanifah.
Jadi mazhab Hanafi adalah nama dari kumpulan-kumpulan pendapat-pendapat
yang berasal dari Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya serta
pendapat-pendapat yang berasal dari para pengganti mereka sebagai
perincian dan perluasan pemikiran yang telah digariskan oleh mereka yang
kesemuanya adalah hasil dari pada cara dan metode ijtihad ulama-ulama
Irak (Ahlu Ra’yi). Maka disebut juga mazhab Ahlur Ra’yi masa Tsabi’it
Tabi’in.
Dasar-dasar Mazhab Hanafi
Abu Hanifah dalam menetapkan hukum fiqh terdiri dari tujuh pokok,
yaitu: Al-Kitab, As Sunnah, Perkataan para Sahabat, Al-Qiyas,
Al-Istihsan, Ijma’ dan Uruf.
Murid-murid Abu Hanifah adalah sebagai berikut:
a. Abu Yusuf bin Ibrahim Al-Anshari (113-183 H)
b. Zufar bin Hujail bin Qais al-Kufi (110-158 H)
c. Muhammad bin Hasn bin Farqad as Syaibani (132-189 H)
d. Hasan bin Ziyad Al-Lu’lu Al-Kufi Maulana Al-Anshari (….-204 H).
Daerah-daerah Penganut Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi mulai tumbuh di Kufah (Irak), kemudian tersebar ke
negara-negara Islam bagian Timur. Dan sekarang ini mazhab Hanafi
merupakan mazhab resmi di Mesir, Turki, Syiria dan Libanon.
Dan mazhab ini dianut sebagian besar penduduk Afganistan, Pakistan, Turkistan, Muslimin India dan Tiongkok.
2. Mazhab Maliki
Mazhab Maliki adalah merupakan kumpulan pendapat-pendapat yang
berasal dari Imam Malik dan para penerusnya di masa sesudah beliau
meninggal dunia.
Nama lengkap dari pendiri mazhab ini ialah: Malik bin Anas bin Abu
Amir. Lahir pada tahun 93 M = 712 M di Madinah. Selanjutnya dalam
kalangan umat Islam beliau lebih dikenal dengan sebutan Imam Malik. Imam
Malik terkenal dengan imam dalam bidang hadis Rasulullah SAW.
Imam Malik belajar pada ulama-ulama Madinah. Yang menjadi guru
pertamanya ialah Abdur Rahman bin Hurmuz. Beliau juga belajar kepada
Nafi’ Maula Ibnu Umar dan Ibnu Syihab Az Zuhri.
Adapun yang menjadi gurunya dalam bidang fiqh ialah Rabi’ah bin Abdur
Rahman. Imam Malik adalah imam (tokoh) negeri Hijaz, bahkan tokohnya
semua bidang fiqh dan hadits.
Dasar-dasar Mazhab Maliki
Dasar-dasar mazhab Maliki diperinci dan diperjelas sampai tujuh belas pokok (dasar) yaitu:
• Nashshul Kitab
• Dzaahirul Kitab (umum)
• Dalilul Kitab (mafhum mukhalafah)
• Mafhum muwafaqah
• Tanbihul Kitab, terhadap illat
• Nash-nash Sunnah
• Dzahirus Sunnah
• Dalilus Sunnah
• Mafhum Sunnah
• Tanbihus Sunnah
• Ijma’
• Qiyas
• Amalu Ahlil Madinah
• Qaul Shahabi
• Istihsan
• Muraa’atul Khilaaf
• Saddud Dzaraa’i.
Sahabat-sahabat Imam Maliki dan Pengembangan Mazhabnya
Di antara ulama-ulama Mesir yang berkunjung ke Madinah dan belajar pada Imam Malik ialah:
1. Abu Muhammad Abdullah bin Wahab bin Muslim.
2. Abu Abdillah Abdur Rahman bin Qasim al-Utaqy.
3. Asyhab bin Abdul Aziz al-Qaisi.
4. Abu Muhammad Abdullah bin Abdul Hakam.
5. Asbagh bin Farj al-Umawi.
6. Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam.
7. Muhammad bin Ibrahim bin Ziyad al-Iskandari.
Adapun ulama-ulama yang mengembangkan mazhab Maliki di Afrika dan Andalus ialah:
1. Abu Abdillah Ziyad bin Abdur Rahman al-Qurthubi.
2. Isa bin Dinar al-Andalusi.
3. Yahya bin Yahya bin Katsir Al-Laitsi.
4. Abdul Malik bin Habib bin Sulaiman As Sulami.
5. Abdul Hasan Ali bin Ziyad At Tunisi.
6. Asad bin Furat.
7. Abdus Salam bin Said At Tanukhi.
Sedang Fuqaha-fuqaha Malikiyah yang terkenal sesudah generasi tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Abdul Walid al-Baji
2. Abdul Hasan Al-Lakhami
3. Ibnu Rusyd Al-Kabir
4. Ibnu Rusyd Al-Hafiz
5. Ibnu ‘Arabi
6. Ibnul Qasim bin Jizzi
Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Maliki.
Awal mulanya tersebar di daerah Madinah, kemudian tersebar sampai saat
ini di Marokko, Aljazair, Tunisi, Libia, Bahrain, dan Kuwait.
3.Mazhab Syafi’i.
Mazhab ini dibangun oleh Al-Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i
seorang keturunan Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdi Manaf. Beliau lahir
di Gaza (Palestina) tahun 150 H bersamaan dengan tahun wafatnya Imam
Abu Hanifah yang menjadi Mazhab yang pertama.
Guru Imam Syafi’i yang pertama ialah Muslim bin Khalid, seorang Mufti
di Mekah. Imam Syafi’i sanggup hafal Al-Qur-an pada usia tujuh tahun.
Setelah beliau hafal Al-Qur-an barulah mempelajari bahasa dan syi’ir;
kemudian beliau mempelajari hadits dan fiqh.
Mazhab Syafi’i terdiri dari dua macam; berdasarkan atas masa dan
tempat beliau mukim. Yang pertama ialah Qaul Qadim; yaitu mazhab yang
dibentuk sewaktu hidupdi Irak. Dan yang kedua ialah Qul Jadid; yaitu
mazhab yang dibentuk sewaktu beliau hidup di Mesir pindah dari Irak.
Keistimewaan Imam Syafi’i dibanding dengan Imam Mujtahidin yaitu bahwa
beliau merupakan peletak batu pertama ilmu Ushul Fiqh dengan kitabnya Ar
Risaalah. Dan kitabnya dalam bidang fiqh yang menjadi induk dari
mazhabnya ialah: Al-Um.
Dasar-dasar Mazhab Syafi’i:
Dasar-dasar atau sumber hukum yang dipakai Imam Syafi’i dalam mengistinbat hukum sysra’ adalah:
1. Al-Kitab.
2. Sunnah Mutawatirah.
3. Al-Ijma’.
4. Khabar Ahad.
5. Al-Qiyas.
6. Al-Istishab.
Ulama-ulama yang terkemudian yang mengikuti dan turut menyebarkan Mazhab Syafi’i, antara lain :
* Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari
* Imam Bukhari
* Imam Muslim
* Imam Nasa’i
* Imam Baihaqi
* Imam Turmudzi
* Imam Ibnu Majah
* Imam Tabari
* Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani
* Imam Abu Daud
* Imam Nawawi
* Imam as-Suyuti
* Imam Ibnu Katsir
* Imam adz-Dzahabi
* Imam al-Hakim
Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Syafi’i
Mazhab Syafi’i sampai sekarang dianut oleh umat Islam di : Libia,
Mesir, Indonesia, Pilipina, Malaysia, Somalia, Arabia Selatan,
Palestina, Yordania, Libanon, Siria, Irak, Hijaz, Pakistan, India,
Jazirah Indo China, Sunni-Rusia dan Yaman.
4. Mazhab Hambali.
Pendiri Mazhab Hambali ialah: Al-Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal
bin Hilal Azzdahili Assyaibani. Beliau lahir di Bagdad pada tahun 164 H.
dan wafat tahun 241 H.
Ahmad bin Hanbal adalah seorang imam yang banyak berkunjung ke
berbagai negara untuk mencari ilmu pengetahuan, antara lain: Siria,
Hijaz, Yaman, Kufah dan Basrsh. Dan beliau dapat menghimpun sejumlah
40.000 hadis dalam kitab Musnadnya.
Dasar-dasar Mazhabnya.
Adapun dasar-dasar mazhabnya dalam mengistinbatkan hukum adalah:
1. Nash Al-Qur-an atau nash hadits.
2. Fatwa sebagian Sahabat.
3. Pendapat sebagian Sahabat.
4. Hadits Mursal atau Hadits Doif.
5. Qiyas.
Dalam menjelaskan dasar-dasar fatwa Ahmad bin Hanbal ini di dalam kitabnya I’laamul Muwaaqi’in.
Pengembang-pengembang Mazhabnya
Adapun ulama-ulama yang mengembangkan mazhab Ahmad bin Hanbal adalah sebagai berikut:
1. Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Hani yang terkenal dengan nama
Al-Atsram; dia telah mengarang Assunan Fil Fiqhi ‘Alaa Mazhabi Ahamd.
2. Ahmad bin Muhammad bin Hajjaj al-Marwazi yang mengarang kitab As Sunan Bisyawaahidil Hadis.
3. Ishaq bin Ibrahim yang terkenal dengan nama Ibnu Ruhawaih
al-Marwazi dan termasuk ashab Ahmad terbesar yang mengarang kitab As
Sunan Fil Fiqhi.
Ada beberapa ulama yang mengikuti jejak langkah Imam Ahmad yang menyebarkan mazhab Hambali, di antaranya:
1. Muwaquddin Ibnu Qudaamah al-Maqdisi yang mengarang kitab Al-Mughni.
2. Syamsuddin Ibnu Qudaamah al-Maqdisi pengarang Assyarhul Kabiir.
3. Syaikhul Islam Taqiuddin Ahmad Ibnu Taimiyah pengarang kitab terkenal Al-Fataawa.
4. Ibnul Qaiyim al-Jauziyah pengarang kitab I’laamul Muwaaqi’in dan
Atturuqul Hukmiyyah fis Siyaasatis Syar’iyyah.Ibnu Taimiyah dan Ibnul
Qaiyim adalah dua tokoh yang membela dan mengembangkan mazhab Hambali.
Daerah yang Menganut Mazhab Hambali.
Awal perkembangannya, mazhab Hambali berkembang di Bagdad, Irak dan
Mesir dalam waktu yang sangat lama. Pada abad XII mazhab Hambali
berkembang terutama pada masa pemerintahan Raja Abdul Aziz As Su’udi.
Dan masa sekarang ini menjadi mazhab resmi pemerintahan Saudi Arabia dan
mempunyai penganut terbesar di seluruh Jazirah Arab, Palestina, Siria
dan Irak.
والله أعلم بالصواب
Selasa, 20 Maret 2012
Rabu, 14 Maret 2012
kisah-kisah candaan nabi
Nabi adalah tauladan bagi smua umat,,dalam hal canda yg baik tdk saling ejek,nabi adl contoh yg baik lagi menyenangkan...
Humor Ali Makan Kurma
Suatu hari Rasulullah bersama Ali dan sahabat yang lain sedang makan kurma bersama-sama. Pada saat makan kurma itu biji kurma bekas Ali diletakkan di depan Rasul. Ketika hampir selesai Ali berkata “Ya, Rasulullah kelihatan engkau sangat lapar karena makan kurma begitu banyak, lihat biji kurma itu banyak di depan engkau.”
Kemudian rasulullah mejawab,”Bukannya engkau yang sangat lapar karena makan kurma bersama biji-bijinya”.
“Lihat tidak ada biji kurma di depan mu”?
Nenek-Nenek Gak Masuk Surga
Ini kisah terjadi ketika seorang nenek-nenek yang datang menjumpai rasulullah dan bertanya,”ya Rasulullah apakah saya masuk surga?”.
Lalu rasulullah menjawab,” Maaf Nek, orang yang sudah tua (nenek-nenek) tidak ada di dalam surga”… Belum selesai rasulullah berbicara nenek-nenek itu kemudian bersedih….
Kemudian rasul meneruskan perkataannya, “Di Surga nanti umur manusia berkisar antara 30-35 tahun (dimudakan lagi) muda,cantik dan tampan kembali”.
Baru nenek-nenek itu tersenyum senang .
Kurma dan Sakit Mata
Suatu saat Ali sakit mata dan duduk bersama Rasulullah.
Kemudian datang sahabat lain membawa kurma untuk mereka santap.
Kemudian Mereka asyik makan kurma. Ketika makan rasulullah berkata kepada Ali.
“Mengapa kamu makan kurma sedang matamu sakit?”
Kemudian Ali spontan menjawab “ya rasulullah saya makan dengan sebelah mata saya yang masih sehat?” mendengar jawaban Ali Rasulullah pun tersenyum lebar.
LOMBA LARI
Humor Ali Makan Kurma
Suatu hari Rasulullah bersama Ali dan sahabat yang lain sedang makan kurma bersama-sama. Pada saat makan kurma itu biji kurma bekas Ali diletakkan di depan Rasul. Ketika hampir selesai Ali berkata “Ya, Rasulullah kelihatan engkau sangat lapar karena makan kurma begitu banyak, lihat biji kurma itu banyak di depan engkau.”
Kemudian rasulullah mejawab,”Bukannya engkau yang sangat lapar karena makan kurma bersama biji-bijinya”.
“Lihat tidak ada biji kurma di depan mu”?
Nenek-Nenek Gak Masuk Surga
Ini kisah terjadi ketika seorang nenek-nenek yang datang menjumpai rasulullah dan bertanya,”ya Rasulullah apakah saya masuk surga?”.
Lalu rasulullah menjawab,” Maaf Nek, orang yang sudah tua (nenek-nenek) tidak ada di dalam surga”… Belum selesai rasulullah berbicara nenek-nenek itu kemudian bersedih….
Kemudian rasul meneruskan perkataannya, “Di Surga nanti umur manusia berkisar antara 30-35 tahun (dimudakan lagi) muda,cantik dan tampan kembali”.
Baru nenek-nenek itu tersenyum senang .
Kurma dan Sakit Mata
Suatu saat Ali sakit mata dan duduk bersama Rasulullah.
Kemudian datang sahabat lain membawa kurma untuk mereka santap.
Kemudian Mereka asyik makan kurma. Ketika makan rasulullah berkata kepada Ali.
“Mengapa kamu makan kurma sedang matamu sakit?”
Kemudian Ali spontan menjawab “ya rasulullah saya makan dengan sebelah mata saya yang masih sehat?” mendengar jawaban Ali Rasulullah pun tersenyum lebar.
LOMBA LARI
Aisyah RA
berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat
itu tubuhku masih ramping. Beliau lalu berkata kepada para sahabat
beliau, ”Silakan kalian berjalan duluan!”
Para
sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku,
“Marilah kita berlomba.” Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata
aku dapat mendahului beliau dalam berlari.
Beberapa
waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan:”Beliau lama
tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan
kejadian itu.”-suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau.
Beliau pun
berkata kepada para sahabatnya. “Silakan kalian berjalan duluan.” Para
sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata
kepadaku, “Marilah kita berlomba.”
Saat itu
aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini
badanku sudah gemuk. Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului
engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?” Beliau
berkata, “Marilah kita mulai.” Aku pun melayani ajakan berlomba dan
ternyata beliau mendahului aku. Beliau tertawa seraya berkata, ” Ini
untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.” (HR Ahmad dan Abi
Dawud)
Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : “Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Tentu, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Ahmad).:
Rasullullah
bercanda ?! jangan kaget kalau Nabi SAW juga bercanda.Tetapi canda Nabi
SAW tetap dalam koridor kejujuran, bersih dari kebohongan. Berikut ini
contoh canda Nabi SAW :
Suatu ketika ada seorang nenek tua datang kepada Nabi Muhammad SAW seraya berkata : “ Wahai Rasulullah ! berdoalah kepada Allah agar saya dimasukan kedalam surga “ Rasulullah menjawab (bercanda) : “ Wahai Ummu fulan ! sesungguhnya surga itu tidak dihuni oleh orang lanjut usia.” Mendengar jawaban tersebut , si nenek terperanjat lantas berlalu sambil menangis . Kemudian Rasulullah SAW bersabda : “ Kabarkanlah padanya bahwa (maksud perkataan saya ) dia tidak masuk surga dalam keadaan lanjut usia sebab Allah berfirman yg Artinya :
“Sesungguhnya
Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami
jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya” ( QS. Al Waqi’ah 56 : 35-37)
Demikian
pula dengan para sahabat Radhiallaahu anhum, salah satu di antaranya
adalah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia
berkata: “Ada
seorang pria dusun bernama Zahir bin Haram. Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam sangat menyukainya. Hanya saja tampangnya jelek.
Seseorang
sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW
membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah
berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta
di seberang sana”.
Sahabat
bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang
berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya
sanggup memikul barang-barang ku ini?”
Rasulullah
menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia
adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain
unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat
Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)
Pada
suatu hari, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menemuinya sewaktu ia
menjual barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam memeluknya dari belakang sehingga ia tidak dapat melihat beliau.
Ia
pun berkata: “Lepaskan aku! Siapakah ini?” Setelah menoleh ia pun
mengetahui ternyata yang memeluknya adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merapatkan
punggungnya ke dada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .
Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam lantas berkata: “Siapakah yang sudi membeli
hamba sahaya ini?” Iapun berkata: “Demi Allah wahai Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam , kalau demikian aku tidak akan laku dijual!”
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam membalas: “Justru engkau di sisi
Allah sangat mahal harganya!” (HR. Ahmad).
Anas
Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita salah satu bentuk canda
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, ia berkata: “Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam pernah memanggilnya dengan sebutan: “Wahai
pemilik dua telinga!” (maksudnya bergurau dengannya) (HR. Abu Dawud).
,,hhehee lucu tapi baik ,,BERCANDA ITU SUNAH NABI GICUUU LOOOOOOOOOOOOOOOOO..........
Langganan:
Komentar (Atom)