Selasa, 24 Januari 2012

KERIS budaya dan senjata jawa yg eksotis

Pada suatu hari, Najasyi, Raja Habasyah, menghadiahkan tiga tombak pendek yang termasuk barang-barang paling istimewa miliknya kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw mengambil satu tombak, sementara sisanya diberikan kepada Ali bin Abu Thalib dan Umar bin Khaththab, tapi tidak lama kemudian, beliau memberikan tombak itu kepada Bilal. Sejak saat itu, selama Nabi hidup, Bilal selalu membawa tombak pendek itu kemana-mana. Ia membawanya dalam kesempatan dua shalat ‘id (Idul Fitri dan Idul Adha), dan shalat istisqa’ (mohon turun hujan), dan menancapkannya di hadapan beliau saat melakukan shalat di luar masjid.

Dari kisah diatas bisa kita ketahui bahwa jaman nabi pun senjata[ tombak, pedang dll,di jawa=keris patrem dsb ] merupakan alat bantu yg memiliki peranan, di jawa dikenal luas adanya senjata lokal yg disebut keris, luas terkenal krn ketajaman, keindahan, filosopi, esoteris dan nilau jual yg tinggi, diluar mitos dan pemahaman lain ,disini kita akan berbagi skedar mengenai keris ,misal ttg waktu pembuatan alais tangguh

Ilmu tangguh adalah pengetahuan (kawruh) untuk memperkirakan jaman pembuatan keris, dengan cara meneliti ciri khas atau gaya pada rancang bangun keris, jenis besi keris dan pamornya.

Dalam catatan kuno, dituliskan ciri-ciri secara tertulis. Notasi itu meyakini akan adanya sebuah gaya atau langgam dari setiap kerajaan. Artinya pada jaman Majapahit diyakini kerisnya memiliki beberapa ciri gaya atau langgam yang seragam. Begitu pula jaman kerajaan Mataram dan seterusnya jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat diyakini memiliki gayanya masing-masing.

Keyakinan terhadap bahan besi dan pamor juga menjadi panduan dalam ilmu tangguh ini.

Adapun pembagian tahapan-tahapan zaman itu adalah sebagai berikut:
1. Kuno
(Budho) tahun 125 M – 1125 M
meliputi kerajaan-kerajaan: Purwacarita, Medang Siwanda, Medang Kamulan, Tulisan, Gilingwesi, Mamenang, Pengging Witaradya, Kahuripan dan Kediri.

2. Madyo Kuno
(Kuno Pertengahan) tahun 1126 M – 1250 M.
Meliputi kerajaan-kerajaan : Jenggala, Kediri, Pajajaran dan Cirebon.

3. Sepuh Tengah
(Tua Pertengahan) tahun 1251 M – 1459 M
Meliputi Kerajaan-kerajaan : Jenggala, Kediri, Tuban, Madura, Majapahit dan Blambangan.

4. Tengahan
(Pertengahan) tahun 1460 M – 1613 M
Meliputi Kerajaan-kerajaan : Demak, Pajang, Madiun, dan Mataram

5. Nom
(Muda) tahun 1614 M – 1945
Meliputi Kerajaan-kerajaan : Kartasura dan Surakarta.

6. Kamardikan 1945 hingga seterusnya.
Adalah keris yang diciptakan setelah Indonesia merdeka, 1945.
Pada waktu itu pun raja di Surakarta Hadiningrat ke XII mendapat julukan Sinuhun Hamardika. Keris yang diciptakan pada era ini masuk dalam penggolongan keris kamardikan.

Tangguh merupakan seni yang digandrungi oleh komunitas pecinta keris, karena disini terletak suatu seni dalam nilai kemampuan; semacam uji kemampuan dari sesama penggemar keris. Tangguh juga menjadi sebuah nilai pada harga sebilah keris ... sesuai trend yang ada dari masa ke masa.

Tangguh dalam kamus bahasa Jawa (S. Prawiroatmodjo) diartikan sebagai ’boleh dipercaya’, ’tenggang’, ’waktu yang baik’, ’sangka’, ’persangkaan’, ’gaya’, ’lembaga’, ’macam’ (keris).

Namun demikian, tuntutan modernitas dan keinginan yang kritis (sisi ilmiah) masa kini, tangguh dituntut menjadi pasti (exact), artinya ilmu tangguh akan bergeser menyesuaikan jaman untuk dapat melengkapi salah satu kriteria dalam melakukan sertifikasi sebilah keris. Tuntutan ini adalah hal yang realistik karena generasi muda tak lagi menyanjung ’sesepuh’ yang belum tentu memiliki wawasan yang benar. Penyanjungan sesepuh adalah ciri etnografis dari budaya paternalistik dalam sub kultur Jawa (Nusantara). Namun demikian ’ilmu tangguh’ harus tetap dipertahankan keberadaannya, kepercayaan pada sesepuh akan bergeser pada sertifikasi suatu badan bahkan mungkin institusional berskala nasional.

Dalam sisi pandang yang kritikal pada abad modern ini, tangguh menjadi sebuah rangsangan baru untuk meneliti secara lebih pasti, betul dan tepat (exact) menentukan sebilah tangguh keris. Maka tingkat pengetahuan yang tertuang pada masa dulu melalui catatan, buku dan naskah kuno menjadi sebuah catatan yang masih kurang memenuhi hasrat keingin-tahuan perkerisan pada saat sekarang. Catatan atau buku kuno tidak melampirkan contoh sketsa atau foto apa yang dimaksudkan pada uraiannya. Tulisan kuno tentang tangguh juga belum bisa menjamin si penulis adalah orang mengetahui keris, bisa jadi penulis adalah seorang pujangga yang menulis secara puitis, karena waktu itu memang tidak memiliki target bahwa tulisannya akan menjadi sebuah kawruh yang meningkat menjadi ilmu seni menangguh.

Ilmu tangguh sering menjadi sebuah polemik, karena terkendala oleh banyak hal, antara lain; kendala wawasan, kendala tempat (domisili atau keberadaan), kendala oleh narasumber yang sebetulnya berskala lokal, kendala oleh karena minat atau selera pada jenis keris dan banyak sekali hal-hal yang memancing perdebatan.

Salah satu cara untuk membangun sebuah ”ilmu tangguh” yang representatif tentu harus melakukan pendataan dan penelitian ulang, salah satunya adalah dengan meneliti penyesuaian antara keris penemuan (artefak) dengan situsnya (geografis); meneliti dan mengkaji ulang catatan kuno dan memperbandingkannya satu buku dengan buku yang lain. Saat ini pun di perpustakaan keraton masih banyak sumber yang dapat menjadi referensi, baik buku-buku bahkan contoh keris berserta kekancingannya.

Dibawah ini ciri-ciri sebuah keris dan tangguhnya :
Jenggala
Ganja pendek, wadidangnya tegak, ada-ada seperti punggung sapi, besi padat-halus dan hitam pekat, pamor seperti rambut putih dan sogokan tanpa pamor.

Pajajaran
Ganja ambatok mengkurep, berbulu lembut, sirah cecak panjang, besi berserat dan kering, potongan bilah ramping, pamor seperti lemak/gajih, blumbangan atau pejetan lebar, sogokan agak lebar dan pendek.

Majapahit
Potongan bilah agak kecil/ramping, ganja sebit rontal kecil luwes, sirah cecak pendek dan meruncing, odo-odo tajam, besi berat dan hitam. Pamor ngrambut berserat panjang-panjang. Pasikutan keris Wingit.

Tuban
Ganja berbentuk tinggi – berbulu, sirah cecak tumpul, pamor menyebar, potongan bilah cembung dan lebar.

Bali
Ukuran bilah besar dan panjang, lebih besar dari ukuran keris jawa, besi berkilau, pamor besar halus dan berkilau.

Madura Tua
Besi kasar dan berat, sekar kacang tumpul dan pamor besar-besar/agal

Mataram
Bentuk ganja seperti cecak menangkap mangsa, sogokan berpamor penuh, sekar kacang seperti gelung wayang, pamor tampak kokoh, dan atas puyuan timbul/menyembul (ujung sogokan)

Kartosura
Besi agak kasar, bila ditimang agak berat, bilah lebih gemuk, ganja berkepala cicak yang meruncing

Surakarta
Bilah seperti daun singkong, besi halus, pamor menyebar, puyuan meruncing, gulu meled pada ganja pendek, odo-odo dan bagian lainnya tampak manis dan luwes.

Yogyakarta
Ganja menggantung, besi halus dan berat, pamor menyebar penuh keseluruh bagian bilah.

Catatan diatas hanya sebagai contoh penulisan kriteria tangguh, yang tentu seharusnya disertai contoh barangnya berupa foto, sketsa atau blad. Maka hal yang sebenarnya ilmu tangguh memang masih perlu disempurnakan.

ada yg yg unik ttg penyepuhan akhir
Tahap terakhir, yaitu penyepuhan, dilakukan agar logam keris menjadi logam besi baja. Pada keris Filipina tidak dilakukan proses ini. Penyepuhan ("menuakan logam") dilakukan dengan memasukkan bilah ke dalam campuran belerang, garam, dan perasan jeruk nipis (disebut kamalan). Penyepuhan juga dapat dilakukan dengan memijarkan keris lalu dicelupkan ke dalam cairan (air, air garam, atau minyak kelapa, tergantung pengalaman Empu yang membuat). Tindakan penyepuhan harus dilakukan dengan hati-hati karena bila salah dapat membuat bilah keris retak.
Selain cara Penyepuhan yang lazim seperti diatas dalam penyepuhan Keris dikenal pula Sepuh jilat yaitu pada saat logam Keris membara diambil dan dijilati dengan lidah, Sepuh Akep yaitu pada saat logam Keris membara diambil dan dikulum dengan bibir beberapa kali dan Sepuh Saru yaitu pada saat logam Keris membara diambil dan dijepit dengan alat kelamin wanita (Vagina) Sepuh Saru ini yang terkenal adalah Nyi Sombro, bentuk kerisnya tidak besar tapi disesuaikan.

Minggu, 22 Januari 2012

tanda sujud bukan kapal hitam

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

Yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS al Fath:29).
Banyak orang yang salah paham dengan maksud ayat ini. Ada yang mengira bahwa dahi yang hitam karena sujud itulah yang dimaksudkan dengan ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’. Padahal bukan demikian yang dimaksudkan.
Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan ‘tanda mereka…” adalah perilaku yang baik.
Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan adalah kekhusyuan.
Juga diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Qatadah, beliau berkata, “Ciri mereka adalah shalat” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).

عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut.
Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).

عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.

Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).

عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).

عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.

Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah?
Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapal’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapal’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).
Bahkan Ahmad ash Showi mengatakan, “Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)” (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).
Dari al Azroq bin Qois, Syarik bin Syihab berkata, “Aku berharap bisa bertemu dengan salah seorang shahabat Muhammad yang bisa menceritakan hadits tentang Khawarij kepadaku. Suatu hari aku berjumpa dengan Abu Barzah yang berada bersama satu rombongan para shahabat. Aku berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepadaku hadits yang kau dengar dari Rasulullah tentang Khawarij!”.
Beliau berkata, “Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku. Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah lalu beliau membaginya. Ada seorang yang plontos kepalanya dan ada hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya. Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih. Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya.
Dia lantas berkata, “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil”.
Mendengar ucapannya, Nabi marah besar. Beliau bersabda, “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku”. Demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali. Kemudian beliau bersabda,

يَخْرُجُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ رِجَالٌ كَانَ هَذَا مِنْهُمْ هَدْيُهُمْ هَكَذَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَرْجِعُونَ فِيهِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ

“Akan keluar dari arah timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun alQur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudia mereka tidak akan kembali kepada agama. Cirri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalul muncul” (HR Ahmad no 19798, dinilai shahih li gharihi oleh Syeikh Syu’aib al Arnauth).
Oleh karena itu, ketika kita sujud hendaknya proporsonal jangan terlalu berlebih-lebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi.

Sabtu, 21 Januari 2012

hukum aqiqah anak yg mati bagi ortu

Bagaimana bila orang tua kandung muslim memiliki anak,anak  kecil atau bayi yg meninggal namun blm di laksanakan aqiqah?
Aqiqah termasuk sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dianjurkan. Berdasarkan dalil-dalil yang sangat banyak, diantaranya dari Samuroh bin Jundub radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda;
كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى
Artinya: "Setiap bayi tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan kambing pada hari ke-7, dicukur rambutnya serta diberi nama" (HR.Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’iy, dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Abdul Haq, lihat at-Talkhis 4/1498 oleh Ibnu Hajar)
Maksud tergadaikan di sini adalah tertahan dari suatu kebaikan yang seharusnya diperoleh jika ia diaqiqahi. Karena seorang bisa kehilangan memperoleh kebaikan karena perbuatannya sendiri atau karena perbuatan orang lain. (Lihat Tuhfatul Maudud,Ibnul Qayyim hal.122-123, tahqiq: Syeikh Salim al-Hilali)
Berdasarkan perintah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits diatas maka tidak selayaknya meninggalkan aqiqah jika mampu. Bahkan kebiasaan para salaf mereka senantiasa melaksanakan aqiqah untuk anak-anak mereka.
Yahya al-Anshori rahimahullahu mengatakan: “Aku menjumpai manusia dan mereka tidak meninggalkan aqiqah dari anak laki-laki maupun perempuan”. (Al-Fath ar-Robbani, Ibnul Mundzir 13/124, lihat Ahkam al-Maulud hal.51, Salim bin Ali Rosyid as-Sibli dan Muhammad Kholifah Muhammad Robah)
Berhubungan dengan mengaqiqahi orang yang sudah meninggal maka tidak lepas dari tiga keadaan;
Pertama: Orang tua mengaqiqahi anak yang telah meninggal. Jika anak tersebut meninggal ketika sudah terlahir ke dunia, tetap disyariatkan untuk diaqiqahi.
Dan jika meninggalnya masih dalam kandungan dan sudah berusia 4 bulan maka disyariatkan aqiqah, jika kurang dari 4 bulan maka tidak disyariatkan


smg Alloh sll memberkahi anda smua sodaraku ...rochmad jogja

Rabu, 18 Januari 2012

perintah solawat dan fadilah solawat

INNALLOOHA WAMALAIKATUHU YUU SHOLLUNA ‘ALAN NABIY artinya sesungguhnya Alloh serta malaikat bersholawat kpd para nabi khususnya nabi muhammad,
Didalam ayat tersebut menegaskan bahwa Alloh bersholawat kpd nabi muhammad adapun cara Alloh bersholawat kpd nabi Muhammad SAW adalah dengan memuji nabi Muhammad seperti yaa habibulloh, yaa nabiyihil kariim dsb, serta cara malaikat bersholawat kpd Nabi Muhammad SAW adalah dengan mendo’akan nabi Muhammad SAW setiap saat, baik dlm keadaan terjaga ataupun dalam keadaan istirahat
YAA AYYUHAL LADZI NA ‘AMANU SHOLLU ‘ALAIHI WASALLIMU TASLIIMAN artinya..hai orang-orang yangg beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi (Muhammad SAW) dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya
Didalam tafsir jalalen karangan imam jalaludin asy syuyuti dan imam jalaludin almahali menerangkan tafsir ayat tersebut bahwa setiap org beriman diwajibkan untuk membaca sholawat dan mengucapkan salam kepada nabi Muhammad SAW, ditafsir jalalen diterangkan cara org beriman membaca sholawat dengan ketentuan seperti ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD serta cara memberikan salam kepada Rosululloh SAW yaitu ASSALAMU’ALAIKUM YAA HABIBULLOH, ASSALAMU’ALAIKUM YAA ROSULULLOH
ASSALAMU’ALAIKUM YAA NABIYUULLOH,
Sholawat dibagi menjadi dua yaitu :
1. Sholawat matsuroh yaitu sholawat yg diriwayatkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW seperti sholawat ibrohimiyah dll
2. Sholawat ghoiro matsuroh yaitu sholawat dibikin/dikarang oleh para sahabat Rosul, para istri serta putra Rosul, para habaib, para ulama, para sholihin, para syuhada,
Kedudukan dan keabsahan sholawat ghoiro matsurah adalah syah, dikarenakan menurut tafsir bayan pada lafadz shollu ‘alaihi wasalimu tasliman pada surat Al ahzab ayat 56 ditafsirkan du’a ikum yaitu mendo’akan kepada Rosululloh

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.

Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”
Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.”
Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu.”
Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.
Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat

sholawat yang dibikin atau dikarang oleh para sahabat Rosululloh SAW Yaitu sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib, yaitu
SHOLAWATULLOHI WAMALAA-IKATIHII WA ANBIYAA-IHI WA JAMII’I KHOLQIHI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALII SAYYIDINA MUHAMMADIN WA’ALAIHI WA ‘ALAIHIMUS SALAAMU WAROH MATULLOHI BAROKATUHU
SHOLAWAT SAYYIDATINA FATIMAH AZZAHRO RODIYALLOOHU ‘ANHA
ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MAN RUUHUHU MIHROOBUL ARWAAHI WALMALAAIKATIHI WAL KAUNI, ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MAN HUWA IMAAMUL ANBIYA-I WALMUSLAIIN, ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MAN HUWA IMAAMU AHLIL JANNATI ‘IBADILLAAHIL MU’MINIINA

Serta masih banyak lagi sholawat yang dibikin/dikarang oleh para sahabat,ulama, habaib,sholihin dll
Mengenai hadist Rosululloh SAW yg menerangkan tentang sholawat
AULANNASI BII YAUMIL QIYAMAH AKTSAROHUM ‘ALAYYA SHOLATAN
artinya manusia yang paling utama (dekat) disisiku kelak pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca sholawat kepada ku (HR IMAM TURMUDZI DARI IBNU MAS’UD)
MAN SHOLLA ‘ALAYYA SHOLLALLOHU ‘ALAIHI BIHAA ‘ASYRON
Artinya barang siapa membaca sholawat kepadaku (nabi muhammad) satu kali, maka Alloh menurunkan 10 rohmat kepada orang yg membaca sholawat (HR MUSLIM DARI ABDULLOH BIN AMR BIN ASH)
INNA AFDHOLI AYYAAMIKUM YAUMAL JUM’ATI FA AKTSIRUU ‘ALAYYA MINASH SHOLATI FIIHI FAINNA SHOLAATAKUM MA’RUUDHOTUN ‘ALAYYA, QOOLUU : YAA ROSULALLOHI, WA KAIFA TU’RODHU SHOLATUNA ‘ALAIKA WA QOD AROMTA..? QOOLA : YAQUULU BALIITA, QOOLA : INNALLOOHA HARROMA ‘ALAL ARDHI AJSAADAL

artinya sesungguhnya hari yang paling utama bagi kamu semua adalah hari jum’at, maka perbanyaklah membaca sholawat kepadaku pada hari jum’at, karena sesungguhnya bacaan sholawatmu itu diperlihatkan kepadaku, para sahabat bertanya..? “Wahai Rosululloh, bagaimana bacaan sholawat kami diperlihatkan kepada tuan, sedangkan jasad tuan telah bercampur dengan tanah…?” Rosululloh SAW bersabda ” sesunggunnya Alloh mengharamkan kepada bumi untuk memakan jasad para nabi ” (HR ABU DAWUD DARI AUS BIN AUS)

saat hidup atau wafatnya nabi smua solawat akan dibalasnya kpd pembaca solawat langsung,sama nartinya kita didoakan oleh nabi muhammad saw

Artinya, orang bakhil (kikir) adalah orang yang apabila mendengar namaku disebut ia tidak membaca sholawat kepadaku (HR TURMUDZI DARI ‘ALI)
Berdasarkan hadits Aus bin Aus, bahwa Rasulullah bersabda:

أَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاَةِ يَوْمَ اْلجُمْعَةِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوَْضَةٌ عَلَيَّ. قَالُوْا: كَيْفَ تُعْرَضُ عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ؟ قَالَ: إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلىَ اْلأرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ اْلأَنْبِيَـاء.

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari jum’at, karena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku.” Mereka bertanya: “bagaimana bisa disampaikan kepadamu (sedang jasadmu telah hancur)?” beliau menjawab: Sesunggunya Allah mengharamkan tanah untuk memakan jasad para nabi.” (HR. Abu Ishaq Al-Harby===




hikmah fadilah surat al-ikhlas

:
Surat al-ikhlas tergolong surat yang pendek hanya terdiri dari empat ayat sehingga banyak yang menghafalnya. beberapa keutamaan dan khasiat surat al-ikhlas antara lain:

1. Barang siapa membaca satu kali surat al-ikhlas maka ia memperoleh ganjaran sebagai orang yang beriman terhadap Allah, malaikat, kitab-kitab, dan beriman kepada para nabi dan rosul. selain itu ia akan mendapat ganjaran seperti ganjarannya seratus orang mati syahid.

2. Orang yang membaca surat al-ikhlas satu kali sama ganjarannya dengan memperoleh ganjaran membaca sepertiga al-quran. Jadi jika membaca surat al-ikhlas tiga kali mendapat ganjaran seperti membaca satu al-quran.

3. Barang siapa membaca surat al-ikhlas sebelas kali akan disediakan sebuah rumah yang indah di syurga.

4. Siapa yang membaca surat al-ikhlas sebelas kali setiap selesai sholat subuh maka dirinya akan dijaga dari perbuatan dosa selama sehari tersebut.

5. Orang yang membaca surat al-ikhlas 50 kali maka memperoleh ganjaran dengan diampuni dosanya selama 50 tahun.

6. Barang siapa membiasakan setiap hari membaca surat al-ikhlas 200 kali maka dicatat memperoleh seribu lima ratus kebaikan dan diampuni dosanya 50 tahun.

7. Barang siapa yang mampu membaca al-ikhlas seribu kali berarti ia telah menebus dirinya dari neraka.

Jadi besar pahala/hadiah yang diberikan Allah SWT kepada orang yang membiasakan membaca surat Al-Ikhlas secara istiqomah (berlanjut).
namun sudah selayaknya umat mbaca tulus ikhlas krn ALloh

ada pula kesaksian umat islam yg kl lapar saat puasa akan merasa kenyang dg mbacanya 3-7x

jamu obat alami yg mujarab warisan leluhur nusantara

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal.
Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya.
Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya.

beberapa jamu tradisional=

Jamu Cabe Puyang

Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua dan bayi yang lahir jika minum jamu cabe puyang secara teratur tiap hari bayi akan bersih dan bau tidak amis. Jamu cabe puyang banyak mengandung zat besi dan berkasiat untuk menambah butiran darah merah bagi yang kurang darah atau Bahan baku
Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan rimpang lempuyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain adas, pulosari, rimpang kunir, biji kedawung, keningar dan asam kawak. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.

 Jamu Pahitan

Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.

Bahan baku

Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan). Ramuan jamu pahitan sebaiknya dicampur dengan berbagai rempah-rempah dan empon-empon, jika ramuan tidak dicampur dengan berbagai rempah-rempah dan empon-empon ada indikasi kurang baik untuk kesehatan.

Cara pengolahan

Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.

Jamu Kunci Suruh

Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.

Bahan baku

Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan. Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Kudu Laos

Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan.

 Cara pengolahan

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Uyup-uyup/Gepyokan

Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.

Bahan baku dan cara pengolahan

Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.

RESEP JAMU HERBAL GRATIS DIATAS CUKUP MUJARAB...
NAMUN BILA ADA KELUHAN YG SPESIFIK BISA KONSULTASI KE ORANG YG AHLI
DOKTER YG BERPENGALAMAN
 ATO KEPADA PAKAR JAMU = GUSMAD 08174114678

dzikir berjamaah adalah keindahan muslim

Senantiasa dzikrullah disetiap keadaannya maka tidaklah aneh jika kami meminta kepada smua umat Muslimin untuk meniru sunnah Nabi mereka dan berqudwah kepadanya serta menghafalkan dzikir-dzikir ini dan mendekatkan dirinya kepada Allah Yang Maha Agung lagi Maha Pengampun dengannya, sebagaimana firman Allah swt :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)
Tentang dzikir secara berjama’ah,hadits yang diriwayatkan Imam Muslim,”Tidaklah suatu kaum duduk-duduk untuk berdzikrullah kecuali para malaikat mengelilingi mereka, dipayungi dengan rahmat, turun ketenangan kepada mereka dan Allah menyebut-nybut mereka kepada siapa saja yang berada disisi-Nya.”
Kalian akan banyak menjumpai hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Nabi saw keluar untuk shalat berjama’ah sementara mereka sedang berdzikrullah di masjid lalu beliau saw memberikan kabar gembira kepada mereka dan tidak melarang mereka.
Berjama’ah didalam ketaatan adalah sesuatu yang disukai terlebih lagi apabila didalamnya banyak mengandung manfaat, seperti menyatukan hati, menguatkan ikatan, memanfaatkan waktu untuk sesuatu yang bermanfaat, mengajarkan orang-orang awam yang belum baik dalam belajar dan mengumandangkan syiar-syiar Allah swt.

Rasulullah bersabda ” Siapa bertasbih, bertahmid dan bertakbir kepada Allah sebanyak 33 kali setiap selesai shalat, dan kemudian menggenapkannya menjadi 100 dengan bacaan Laa Ilaha Illa ALlah wahdahu laa syarika lah lahu Al Mulk wa lahu Al Hamd wa huwa alaa kulli syay’in qaadir. Maka Allah akan mengampunni semua kesalahan kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan.”
Alkisah Ibn Abbas ra menuturkan, ketika Allah menciptakan Arsy dan meminta para malaikat untuk memikulnya, mereka merasakan betapa berat Arsy tersebut. Allah meminta mereka untuk membaca “SUBHAN ALLAH”, dan mereka merasakan memikul Arsy menjadi lebih ringan. Malaikat-malaikat pun terus menerus membaca nya hingga Allah SWT menciptakan Nabi Adam A.S. Ketika nabi Adam bersin Allah mengilhamkannya untuk membaca ALHAMD LI ALLAH dan Allah menjawab “Yarhamuk Rabbuk”. Para malaikat menyambungkan kedua kalimat ALlah tersebut sehungga sepanjang masa mereka mengucapkan”SUBHAN ALLAH wa Alhamd li ALlah Malaikat terus membaca kalimat tersebut hingga Alah mengutus Nabi Nuh. Nabi Nuh diperintah Allah agar menyuruh Kaumnya menyebut LA ILAHA ILLA ALLAH
Malaikat pun menggabungkan kalimat ketiga itu sehingga menjadi “SUBHAN ALLAH WA ALHAMD LI ALLAH wa LA ILAHA ILLA ALLAH” yang di dengungkan sepanjang masa hingga ALlah mengutus Nabi Ibrahim. ALlah SWT mengilhami Nabi Ibrahim untuk mengurbankan anak kesayangannya dan Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba. Ia pun berkata ALLAHU AKBAR. Para Malaikat menggabungkan ketiga kalimat ALlah sebelumnya dengan kalimat itu sehingga menjadi “SUBHAN ALLAH WA ALHAMD LI ALLAH wa LA ILAHA ILLA ALLAH ALLAHU AKBAR”. Sewaktu malaikat Jibril menceritakan hal ini kepada Rasulullah SAW karena kekagumannya kepada para Malaikat yang taat beliau berkata “LA HAWLA WALAA QUWWATA ILLA BI ALLAH AL ALI AL AZHIM”. Maka Jibril berkata “Ini adalah kalimat penutup dari empat kalimat sebelumnya.”
Nabi Musa AS berkata, “Wahai Tuhanku bagaimana saya dapat membedakan antara orang yang Engkau cintai dan orang yang Engkau benci?”. Allah SWT menjawab, “Hai Musa, sesungguhnya jika aku mencintai atau benci kepada seorang hamba maka aku akan menjadikan uda tanda kepada nya.” Musa bertanya” Wahai Tuhanku apa kedua tanda itu?” ALLAH SWT menjawab “Aku akan mengilhamkan kepadanya agar ia berdzikir kepada KU agar AKU dapat menyebutnya di kerajaan langit dan AKU akan menahannya dari lautan murka KU agar ia tidak terjerumus ke dalam azab dan siksa KU. Hai Musa jika aku membenci seorang hamba maka AKU akan menjadikan dua tanda kepadanya.” “AKU akan melupakan nya berdzikir kepadaKU dan AKU akan melepaskan ikatan antara dirinya dan jiwanya agar ia terjerumus ke dalam latan murka KU sehingga ia merasakan siksaan KU”

Rasulullah SAW juga pernah menggambarkan perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah seperti orang yang hidup, sementara orang yang tidak berdzikir kepada Allah sebagai orang yang mati:
عَنْ أَبِي مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الذِّي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالذِّي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati." (HR. Bukhari)


Umat manusia yg dibenci ALloh akan di buat agar membenci kegiatan dzikir baik sendiri maupun lebih-lebih dzikir berjamaah
Mu’adz ibn Jabal r.a berpesan ” TIdak ada satu amalanpun yang dapat menyelamatkan manusia dari siksa ALLAH SWT selain dzikir kepada Allah. Ditanyakan kepadanya “Tidak juga jihad di jalan ALlah?” Mu’adz menjawab, ” Tidak juga di jalan ALlah bukankan Allah SWT telah berfirman ‘Dan sesungguhnya mengngat Allah (Dzikir) aldaha lebih besar keutamaannya.
Sebagian Ahli hikmah berkata “Sesungguhnya Allah memiliki surga di dunia. Siapa memasukinya maka kehiduapnnya menjadi tenteram. Ditanyakan ” Apa surga itu?” Dijawab “MAJLIS DZIKIR”.

majlis dzikir ''sejiwa'' bersama gusmad 08174114678...hidup dg kasih-sayang cinta ALloh

gurah aman bersama gusmad - teleruqyah & gurah

Istilah gurah dikenal kalangan pesinden, penyanyi, qori, ataupun qoriah untuk merujuk proses menyaringkan suara dengan ramuan akar dan bahan alami lainnya. Selain oleh mereka yang memang memerlukan suara bagus, gurah juga dilakukan untuk menyembuhkan penyakit asma, batuk kering, dan batuk berdahak banyak. Benarkah akar tanaman obat itu secara ilmiah berkhasiat seperti yang dipercayai masyarakat ?
Gurah merupakan cara pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Dulu praktek pengobatan ini dijalani pesinden atau dalang yang menginginkan suaranya nyaring. Namun, belakangan gurah juga ditujukan untuk mengobati asma dan menghilangkan dahak di tenggorokan. Di Yogyakarta para tabib gurah menggunakan tumbuhan kusus  yang ada di sekitar Giriloyo, dekat makam raja-raja Mataram. Mereka percaya, hanya hebat dari sana saja yang berkhasiat..
Banyak khasiatnya
Tumbuhan gurah berupa perdu yang tingginya 3 m. Daunnya bertangkai pendek, berbentuk bulat telur sampai memanjang, tebal dan kaku. Tepi daun beringgit. Bunganya berwarna putih-violet tersusun dalam malai. Buah yang berwarna hijau kehitaman berupa buah batu berbentuk bulat telur.
Tumbuhan obat yang satu ini ternyata sudah banyak dimanfaatkan masyarakat sejak dulu. Akarnya diremas-remas halus dan ditelan untuk mendapatkan suara nan jernih. Seduhan akarnya merupakan obat asma, bronkhitis, atau sebagai peluruh air seni (kencing batu).
gurah bsama GUSMAD menggunakan resep leluhur. Efeknya berupa pengeluaran lendir dari hidung dan mulut.
Daunnya pohon gurah bermanfaat untuk menyegarkan kondisi wanita yang sedang nifas. Sebagai obat luar, daun ditumbuk dengan adas pulosari untuk encok dan nyeri atau kelelahan pada sendi. Daun mudanya diremas-remas dan ditambah sedikit kapur menjadi obat gosok. Seduhan daun dengan garam serta temulawak dapat diminum untuk perut yang membusung dan sebagai obat cacing. Infus daun tumbuhan ini sudah diteliti secara in vitro mampu menghancurkan batu ginjal. ekstrak air tumbuhan ini aktif sebagai anti-HIV in vitro.
Kandungan kimia tumbuhan gurah pada bagian-bagian tubuhnya berbeda-besa. Daunnya mengandung unsur kalium, sedikit natrium, alkaloid, dan flavonoid flavon. Pada kulit akarnya terdapat glikosida fenol, manitol, dan sitosterol. Sementara kulit batangnya mengandung senyawa triterpen, asam ureanulat, asam kueretaruat, dan asam seratogenat.
Praktek Tabib Gurah
Proses pengobatan gurah dilakukan dengan meneteskan cairan rendaman kulit akar ke hidung. Kulit akar ditumbuk, diseduh dalam air panas, diendapkan semalam lalu diteteskan ke hidung kemudian ditelan. Cairan akar itu setelah diendapkan berwarna cokelat kemerahan.
Akhir-akhir ini GUSMAD mbuat serbuk gurah ,sudah mengemas bahan obat dalam bentuk serbuk yg enak dan sangat mujarab untuk gangguan nafas dan gagal ginjal serta stroke,[ MERK = SEKOTENGG GURAH merk terdaftar ]. Penggunaannya lebih praktis dari pada gurah tetes. Di samping bahan pokok sirgunggu, juga ditambah ramuan bahan tetumbuhan berkhasiat lainnya. BISA DI BELI DI MIROTA KAMPUS UGM, DAN MIROTA BATIK JL AYANI/MALIOBORO....HUB GUSMAD 08174114678..UNTUK GURAH TETES/ALAMI ATO PESAN JAMU SEKOTENG GURAH.
Eksperimen Awal di Laboratorium
Praktek gurah menarik dikaji secara ilmiah. Untuk itu disiapkan akar sirgunggu dari lokasi yang sama. Sebagai langkah penelitian awal, bahan aktifnya diisolasi dan diuji daya antibakterinya. Dalam hal ini digunakan baktreri Streptococus beta haemolyticus, salah satu jenis pencetus penyakit radang tenggorokan.
Dari hasil isolasi diperoleh komponen utama dalam kulit akar berupa senyawa flavonoid dengan 3-OH. Sedangkan pengujian antibakteri memang menunjukkan, senyawa itu mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. beta haemolyticus. Hal ini mungkin disebabkan khasiat pengeluaran lendir sembari pesien tengkurap, sehingga bakterinya ikut keluar bersama lendir. ha ini dlm praktik gurah tetes,,lain lagi dg gurah yg diminum[ MERK SEKOTENGGURAH]. yg tinggal diminum dan lendir & penyakit keluar lewat buang air....mau GURAH TETES ATAU SERBUK JAMU GURAK MERK SEKOTENGGURAH? HUB GUSMAD 08174114678

mengenal 4 madzab besar islam dan imamnya

mereka ini yg dikenal sbg empat ulama imam madzab islam yg besar
Imam Syafi’I adalah murid dari Imam Malik sekaligus murid dari Abu Yusuf (pelanjut Imam Abu Hanifah), sedang Imam Ahmad bin Hambal adalah murid kesayangan Imam Syafi’i ketika berdomisili di Iraq. Meskipun demikian, masing-masing madzhab tetap mempunyai corak sendiri-sendiri yang dapat dibedakan satu dengan yang lainnya.
1. Madzhab Hanafi : dinisbahkan kepada Imam Abu Hamifah an Nu’man bin Tsabit, lahir di Kufah th. 700 M. dan wafat th. 767 M.
Corak madzhabnya : dikenal sebagai ahli ro’yi, karena mahir dalam menggunakan qiyas (analogi). Jauhnya jarak antara kufah dan Madinah menyebabkan sedikitnya para ahli hadist, disamping kompleksitas persoalan di Kufah sebagai kota perdagangan yang dekat dengan pusat Pemerintahan (Baghdad), dibanding dengan kota Madinah.
Imam Hanafi sendiri sangat berhati-hati dalam mengambil sunnah (hadist), karena pada saat itu banyak beredar hadist-hadist maudlu’ (palsu) akibat dari pergolakan politik dan banyaknya kelompok-kelompok yang sangat fanatik membela kepentingan sendiri. Beliau memang menerima hujjiah (kemungkinan dipakainya hujjah) hadist ahad bila memenuhi persyaratan Syuhroh (hadist masyhur ).
Diantara ucapan beliau yang terkenal sebelum wafat adalah : “ Inilah pendapat saya, dan bila ada orang lain yang membawa pendapat lebih kuat, maka itulah yang aku ikuti.”
Murid-murid Imam Abu Hanifah yang terkenal diantaranya adalah Abu Yusuf Ya’qub yang sempat menjadi hakim agung pada zaman pemerintahan Harun Ar-Rasyid, dan juga Muhammad bin Hasan As-Syaibaini, tokoh intelektual dan penulis buku-buku madzhab hanafi.
Saat ini madhab Hanafi dipakai di Turki, Suriah, Afganistan, Turkistan dan India.
2. Madzhab Maliki : dinisbahkan kepada Imam Malik bin Anas , lahir di Madinah th. 713 M. dan wafat th. 795 M. bergelar imamu ahli hadist, atau imamu daril hijrah. Beliau selama hidupnya tidak pernah meninggalkan kota Madinah kecuali untuk menunaikan ibadah hajji, karena kecintaan beliau kepada madinaturrasul tersebut.
Corak madzhabnya adalah madzhab hadist, karena Madinah memang menjadi pusat peredaran hadist, keluarga beliau juga terkenal sebagai perowi hadist, sehingga madzhabnya bercorak sebagai madzhab hadist. Al-Muwattho’ adalah kumpulan hadist yang disusun oleh Imam Malik, dan termasuk buku hadist yang pertama ditulis. Rijjalussanad dalam kitab ini kebanyakan adalah para hijaziyun.
Ketika Harun Ar-Rasyid bermaksud  menjadikan buku ini sebagai rujukan utama dalam menentukan hukum fiqih, beliau menulak dan berkata :
إن أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم تفرقوا في الأمصار و عند كل قوم علم قإذا حملتهم على رأي و احد تكون فتنة.
“Sesungguhnya para shahabat nabi telah tersebar ke berbagai penjuru negri, dan pada setiap kaum mempunyai ilmu (fiqih) sendiri, maka jika engkau membawa mereka pada satu pendapat saja akan menjadi fitnah.”

Beliau mensyaratkan untuk pemakaian hadist ahad agar tidak bertentangan dengan tradisi orang Madinah, sehingga apabila ada perselisihan antara khobarul ahad dengan kebiasaan yang berlaku di tengah-tengah  penduduk Madinah, beliau lebih mengutamakan apa yang sudah menjadi tradisi di Madinah, karena hal itu dianggab sebagai bagian dari hadist mutawatir.
Diantra pengikut madzhab beliau yang terkenal adalah : As-Syafi’i, Yahya al-Andulusi, Ibnu Rusyd dll.
Pada saat ini madzhab Maliki berkembang di Maroko, Tunis, Tripoli, Mesir Selatan, Sudan, Bahroin dan Kuwait.
3. Madzhab Syafi’i : dinisbahkan kepada Muhmmad bin Idris As-Syafi’I. Lahir di Gaza tahun 767 M. beliau pernah berguru kepada Sofyan bin Uyainah dan  Muslim bin Khokid di Makkah, lalu kepada Imam Malik bin Anas di Madinah dan kepada Abu Yusuf serta Imam Syaibani di Kufah. Pada tahun 814 M, beliau pindah ke Mesir dan wafat disana pada tahun 820 M.
Corak madzhabnya : adalah penggabungan antara fiqih hanafi (ahlu ro’yi) dan fiqih maliki (ahlu hadist). Imam Syafi’I adalah penulis Ushul Fiqih pertama dalam kitabnya  : Ar-Risalah, Al-Umm dan Al-Mabsuth. Beliau juga terkenal dengan istilah qoul qodim (pendapat lama) dan qoul jadid (pendapat baru), sebagai wujud dinamika pemikiran ilmu fiqih.
Sumber hukum yang beliau pakai adalah : Al-Qur’an , As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Qiyas. Sedang istihsan ( hanafi) dan Masholihul Mursalah (maliki) beliau tolak. Tetapi beliau memakai istidlal sebagai ganti istihsan.
Imam Syafi’I juga terkenal sebagai pembela hadist ahad yang shahih, maksunya setiap hadist yang shahih meskipun ahad bisa digunakan sebagai dasar hukum, tidak mesti memenuhi persyaratan syuhroh (hanafi) ataupun muwafaqah bi amali ahlil Madinah (Maliki). Karena itu sebagian ulama menyimpulkan bahwa pada akhir hayatnya Imam Syafi’I kembali kepada madzhab hadist, diantara ucapan beliau yang terkenal adalah

إذا صح الحديث قهو مذهبي واضربوا بقولي عرض الحائط

“ Apa bila suatu hadist terbukti keshahihannya maka itulah madzhabku, dan tolaklah pendapatku (yang tertentangan dengan hadist tadi) ”.

Diantara murid beliau yang terkenal adalah : Ahmad bin Hambal, Daud adh-Dhohiri, Ibnu Jarir At-Thobari, Al-Ghozali, Nawawi, Suyuthi, Abu Tsaur dll.
Saat ini madzhab Syafi’I berkembang di Mesir, Palestina, Suriah, Libanon, Irak, Hijaz, India, Indonesia, Persia dan Yaman.
4. Madzhab Hambali : dinisbahkan kepada Ahmad bin Hambal, lahir di Baghdad tahun 780 M. dan wafat th, 855 M. Pada mulanya beliau belajar dan menghimpun hadist, kemudian berguru kepada Imam Syafi’I dan Abu Yusuf, wafatnya pada tahun 855 M.
Corak madzhabnya adalah : madzhab hadist, beliau juga menolak adanya ijma’ (konsesus) setelah berlalunya zaman shahabat. Dalam menggunakan qiyas (analogy) beliau sangat hati-hati, dan hanya menerima qiyas yang manshush ‘ala ‘illatihi (arguman sebabnya disebut dalam ayat atau hadist).
Madzhab beliau lebih mengutamakan menggunakan hadist mursal dan aqwalusshahabat dari pada qiyas.
Diantara murid beliau ang terkenal adalah : Abul Wafa’ bin Aqil, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, Ibnu Qudama, Ibnu Taimiyah dll.
Saat ini madzhab hambali dianut oleh penduduk Irak, Mesir, Palestina dan Arab Saudi.
Corak Madzhab lainnya : selain empat madzhab seperti tersebut diatas, masih ada beberapa madzhab fiqih yang terkenal baik di kalangan ahli sunnah maupun syi’ah, diantaranya adalah : madzhab adh-Dhohiri, yang didirikan oleh Daud bin Ali Al-Asfahani. Dinamakan Adh-Dhohiri karena madzhab ini hanya berpegang pada teks-teks lahir dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sementara itu ijma’ dan qiyas ditolak hujjahnya.
Sedangkan madzahib Syi’iyah dalam fiqih yang paling dekat dengan ahli sunnah adalah Az-Zaidiyah, imamnya bernama Zaid bin Ali Zainal Abidin (80–122 H) dengan bukunya yang terkenal al-Majmu’. Dan lainya adalah Imamiyah dan Isma’iliyah. Pada umumnya selain memakai al-Qur’an mereka hanya memakai hadist-hadist ahli bait. Ijma’ (konsensus) baru akan diterima bila berasal dari pendapat Ali bin  Abi Tholib yang kemudian mendapat kesepakatan para shahabat. Fatwa-fatwa para imam mereka yang dua belas juga menjadi sumber hukum.
*
sedikit contoh perbedaan pendapat dlm pandangan 4 madzab .,isal ttg niat puasa
Contohnya mengenai pembacaan niat puasa. Rasullulah bersabda ,”Barang siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka sama sekali tidaklah puasa itu sah baginya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah, dari hafshah).
Hadist tersebut menegaskan bahwa tidak sah puasa seseorang dengan niat pada saat fajar terbit, apalagi sesudahnya.
1. Pendapat mazhab Hanafiyah : Lebih baik bila niat puasa (apa saja) dilakukan bersamaan dengan terbitnya fajar, karena saat terbit fajar merupakan awal ibadah. Jika dilaksanakan setelah terbitnya fajar, untuk semua jenis puasa wajib yang sifatnya menjadi tanggungan/hutang (seperti puasa qadla, puasa kafarat, puasa karena telah melakukan haji tamattu’ dan qiran –sebagai gantinya denda/dam, dll) maka tidak sah puasanya.
Karena, menurut mazhab ini, puasa-puasa jenis ini niatnya harus dilakukan pada malam hari. Tapi lain dengan puasa wajib yang hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti puasa Ramadhan, nadzar, dan pusa-puasa sunnah yang tidak dikerjakan dengan sempurna, maka boleh saja niatnya dilakukan setelah fajar sampai sebelum Dhuhur.
2. Pendapat  Mazhab Malikiyah : Niat dianggap sah, untuk semua jenis puasa, bila dilakukan pada malam hari atau bersamaan dengan terbitnya fajar. Adapun apabila seseorang berniat sebelum terbenamnya matahari pada hari sebelumnya atau berniat sebelum tergelincirnya matahari pada hari ia berpuasa maka puasanya tidak sah walaupun puasa sunnah.
3. Pendapat Mazhab Syafi’iyah : Untuk semua jenis puasa wajib (baik yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti puasa Ramadlan; yang sifatnya menjadi tanggungan seperti qadla’, nazar, kafarat, dll.) niat harus dilakukan pada malam hari. Adapun puasa sunnnah, niat bisa dilakukan sejak malam hari sampai sebelum tergelincirnya matahari. Karena Nabi saw. suatu hari berkata pada ‘Aisyah: ‘Apakah kamu mempunyai makanan?’. Jawab ‘Aisyah: ‘Tidak punya’. Terus Nabi bilang: ‘Kalau begitu aku puasa’. Lantas ‘Aisyah mengisahkan bahwa Nabi pada hari yang lain berkata kepadanya: ‘Adakah sesuatu yang bisa dimakan?’. Jawab ‘Aisyah: ‘Ada’. Lantas Nabi berkata: ‘Kalau begitu saya tak berpuasa, meskipun saya telah berniat puasa’.
4. Pendapat Mazhab Hambaliyah : Tidak beda dari Syafi’iyah, mazhab ini mengharuskan niat dilakukan pada malam hari, untuk semupa jenis puasa wajib. Adapun puasa sunnah, berbeda dari Syafi’iyah, niat bisa dilakukan walaupun telah lewat waktu Dhuhur (dengan syarat belum makan/minum sedikitpun sejak fajar).
Kita diperbolehkan menggunakan niat puasa sebulan penuh milik Madzab Maliki dimana pendapat itu didasarkan pada penilaian bahwa puasa sebulan Ramadhan itu adalah sebuah kesatuan, tidak terpecah-pecah, sehingga layak disebut sebagai satu bentuk ibadah, dalam artian antara malam hari yang boleh makan minum dengan siang hari yang harus berpuasa, sudah merupakan suatau gaungan ibadah puasa. Dan juga kebiasaan dari manusia kalau manusia itu tempat salah dan lupa, kadang ada yang bertanya kita lupa niat bagaimana hukumnya??? Dan untuk menghindari dari permasalahan tsb maka Insya Allah alfaqir akan memberitahu cara agar supaya kita tercegah dari kelupaan dalam niat, dan untuk diterima atau tidaknya itu hanyalah urusan dari Allah Azza Wa Jalla.
Kita menggunakan niat beliau semata-mata hanya untuk mencegah kelupaan atau jika kita lupa niat puasa pada malam harinya maka puasa kita masih sah. Tapi tidak hanya dengan melafadzkan niat Imam Malik yang sebulan penuh itu kita tidak niat lagi tiap malam. Kita tetap niat puasa setiap malam (menurut Madzab Imam Syafi’i). Niat Imam Malik tsb hanya untuk menutupi apabila kita lupa niat pada malam harinya.

dlm hal ini perbedaan kdg jg membawa berkah shg dlm keadaan darurat kita bs mengambil taqlid pendapat imam yg paling mungking kita lakukan,misal perbedaan pendapat ttg menyentuh perempuan sbg jimak atau skdar menyentuh...

Diantara hal-hal yang dapat membatalkan wudhu ialah :
  1. hilang akal, dan tidur termasuk dalam hal ini namun ada pengecualian bagi tidur yang duburnya tidak terangkat artinya keadaannya tetap. Dalam masalah ini ada delapan pendapat[16].
  2. haidh, dengan redaksi hadits : فإذا أقبلت حيضتك فدعى الصلاة   dan bisa difahami wudhu pun menjadi batal.
  3. keluar madzi, dengan redaksi hadits : فيه الوضوء
  4. bertemunya dua kulit laki-perempuan yang kedunya lain mahrom dan keduanya sedah mukallaf, dalam hal ini ada beberapa pendapat karena membicarakan hadits :
أنّ النيّ صلّى الله عليه وسلّم قبّل بعض نسائه ثمّ خرج إلى الصلاة ولم يتوضّاء
أخرجه أحمد وضعّفه البخاري
Imam Abu Ahnifah berpandapat mengecup indentik dengan bersentuhannya kulit terledih bertemunya dua khitan ( kelamin ) dan dari hadits ini bias difahami bahwa bersentuhan kulit antara perempuan tidak membatalkan wudhu, karena yang dimaksud dalam ayat اَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ   adalah jima’ menurut Imam Abu Hanifah. Menurut Imam Malik jika dengan syahwat batal dan jika tidak maka tidak batal, ini seperti yang diutarakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, menurut Imam Syafi’i bersentuhannya kulit laki-laki dan perempuan baik dengan syahwat maupun tidak tetap mwmbatalkan wudhu, karena beliau mengartikan لَمَسَ  dalam ayat diatas muthlak bersentuhan.
  1. keluar sesuatu dari salah satu dua jalan baik dalam bentuk padat, gas, cair
  2. menyentuh dzakar, walaupun ada hadits yang menyatakan tidak apa-apa dalam arti tida perlu berwudhu, tapi dating hadits selanjutnya yang menyatakan harus berwudhu, hadits ini menasakh hadits yang sebelumnya, karena Ibnu Hajar al ‘Asqalani mempunyai karateristik penyusunan seperti demikian.
    bersentuhan kulit saat naik haji atau umroh adl hal yg sangat pasti tjdi,,maka disini kita bs taqlid dg imam hanafi...namun kl mau hati2 dirumah dlm keadaan harian bs mengikuti imam syafii....

khowarij cikal bakal sekte sesat yg keras

Asal mula Khawarij

Setelah Utsman bin Affan dibunuh oleh orang-orang khawarij, kaum muslimin mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, setelah beberapa hari kaum muslimin hidup tanpa seorang khalifah. Kabar kematian 'Ustman kemudian terdengar oleh Mu'awiyyah, yang mana beliau masih memiliki hubungan kekerabatan dengan 'Ustman bin Affan.
Sesuai dengan syariat Islam, Mu'awiyyah berhak menuntut balas atas kematian 'Ustman. Mendengar berita ini, orang-orang Khawarij pun ketakutan, kemudian menyusup ke pasukan Ali bin Abi Thalib. Mu'awiyyah berpendapat bahwa semua orang yang terlibat dalam pembunuhan 'Ustman harus dibunuh, sedangkan Ali berpendapat yang dibunuh hanya yang membunuh 'Ustman saja karena tidak semua yang terlibat pembunuhan diketahui identitasnya.
Akhirnya terjadilah perang shiffin karena perbedaan dua pendapat tadi. Kemudian masing-masing pihak mengirim utusan untuk berunding, dan terjadilah perdamaian antara kedua belah pihak. Melihat hal ini, orang-orang khawarijpun menunjukkan jati dirinya dengan keluar dari pasukan Ali bin abi Thalib. Mereka (Khawarij) merencanakan untuk membunuh Mu'awiyyah bin Abi Sufyan dan Ali bin Abi Thalib, tapi yang berhasil mereka bunuh hanya Ali bin Abi Thalib.

Tokoh utama

Tokoh-tokoh utama Khawarij antara lain:
  • Urwah bin Hudair
  • Mustarid bin Sa'ad
  • Hausarah al-Asadi
  • Quraib bin Maruah
  • Nafi' bin al-Azraq
  • 'Abdullah bin Basyir

    hadist ttg hadirnya khowarij dan smua sekte pewaris kesesatan khowarij

    Abu Said al Khudri berkata; Sewaktu Rasulullah saw sedang membahagi-bagikan harta (kepada kaum Muslimin) tiba-tiba Dhul Khuwaysirah al Tamimiy datang dan berkata: ”Berlakulah adil wahai rasulullah”. Mendengar teguran yang kasar itu baginda berkata: ”Celakalah kamu, siapakah yang akan menegakkan keadilan sekiranya aku tidak melakukannya?”. Umar bin Khtatab mencelah, ”Wahai Rasulullah, adakah Anda membenarkanku untuk memancung lehernya?”. Baginda menjawab: ” Biarkanlah dia karena suatu hari nanti dia akan mempunyai pengikut yang akan mencela shalat kamu semua dengan membandingkan dengan shalat mereka, mereka juga mencerca puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, mereka keluar daripada agama (Islam ) sederas anak panah yang keluar daripada busurnya ” ( Sahih Muslim/2456; Sahih Bukhari/6933; Kitab Muwattha/156; Sunan Abu Daud/6741).

    .
    Rasulullah saw bersabda: ”Nanti akan muncul diantara umatku kaum yang membaca Al-Quran, bacaan kamu tidak ada nilainya dibandingkan bacaan mereka, dan shalat kamu tidak ada nilainya dibandingkan shalat mereka, dan puasa kamu tidak ada artinya dibandingkan puasa mereka, mereka membaca Al-Quran sehingga kamu akan menyangka bahwasanya Quran itu milik mereka sahaja, padahal sebenarnya Quran itu akan melaknat mereka, Tidaklah shalat mereka melalui kerongkongan mereka, mereka itu akan memecah agama Islam sebagaimana keluarnya anak panah daripada busurnya ” (Sahih Muslim/ 2467, Sunan Abu Daud/4748 ).
    .
    Said al Khudri menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Nanti akan muncul diantara kamu kaum yang menghina shalat kamu dibandingkan dengan shalat mereka, dan puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, amal perbuatan kamu dibandingkan dengan amap perbuatan mereka, mereka itu membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka tidakakan melewati kerongkongan mereka, dan mereka akan memecah agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya ” (Sahih Bukhari/5058 ).

    khowarij dan tanduk setan dari wilayah najed

    Hadis Khawarij Kaitannya Dengan Najd Dan Arah Timur
    Sebagian dari pengikut salafy menjadikan hadis khawarij sebagai hujjah untuk menetapkan kalau hadis fitnah tanduk setan merujuk ke Irak bukan ke Najd. Mereka menunjukkan kalau khawarij itu muncul di Irak dan terdapat hadis yang mengkaitkannya dengan arah timur. Sayang sekali mereka tidak memperhatikan kalau sebenarnya Najd juga punya kaitan yang erat dengan khawarij. Bisa dibilang munculnya khawarij itu bermula dari Najd.

    .
    Hadis Asal Mula Khawarij

    حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقْسِمُ قِسْمًا أَتَاهُ ذُو الْخُوَيْصِرَةِ وَهُوَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اعْدِلْ فَقَالَ وَيْلَكَ وَمَنْ يَعْدِلُ إِذَا لَمْ أَعْدِلْ قَدْ خِبْتَ وَخَسِرْتَ إِنْ لَمْ أَكُنْ أَعْدِلُ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي فِيهِ فَأَضْرِبَ عُنُقَهُ فَقَالَ دَعْهُ فَإِنَّ لَهُ أَصْحَابًا يَحْقِرُ أَحَدُكُمْ صَلَاتَهُ مَعَ صَلَاتِهِمْ وَصِيَامَهُ مَعَ صِيَامِهِمْ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ يُنْظَرُ إِلَى نَصْلِهِ فَلَا يُوجَدُ فِيهِ شَيْءٌ ثُمَّ يُنْظَرُ إِلَى رِصَافِهِ فَمَا يُوجَدُ فِيهِ شَيْءٌ ثُمَّ يُنْظَرُ إِلَى نَضِيِّهِ وَهُوَ قِدْحُهُ فَلَا يُوجَدُ فِيهِ شَيْءٌ ثُمَّ يُنْظَرُ إِلَى قُذَذِهِ فَلَا يُوجَدُ فِيهِ شَيْءٌ قَدْ سَبَقَ الْفَرْثَ وَالدَّمَ آيَتُهُمْ رَجُلٌ أَسْوَدُ إِحْدَى عَضُدَيْهِ مِثْلُ ثَدْيِ الْمَرْأَةِ أَوْ مِثْلُ الْبَضْعَةِ تَدَرْدَرُ وَيَخْرُجُونَ عَلَى حِينِ فُرْقَةٍ مِنْ النَّاسِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ فَأَشْهَدُ أَنِّي سَمِعْتُ هَذَا الْحَدِيثَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَشْهَدُ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ قَاتَلَهُمْ وَأَنَا مَعَهُ فَأَمَرَ بِذَلِكَ الرَّجُلِ فَالْتُمِسَ فَأُتِيَ بِهِ حَتَّى نَظَرْتُ إِلَيْهِ عَلَى نَعْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي نَعَتَهُ

    Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman yang berkata telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri yang berkata telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdurrahman bahwa Abu Sa’id Al Khudri radiallahu ‘anhu berkata kami bersama Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan Beliau sedang membagi harta rampasan perang, tiba-tiba datanglah Dzul Khuwaisirah dan dia seorang laki-laki dari bani Tamim, ia berkata “wahai Rasulullah berbuat adillah?”. Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “celaka engkau, siapa yang bisa berlaku adil jika aku dikatakan tidak berlaku adil, sungguh celaka dan rugi jika aku tidak berlaku adil”. Umar berkata “wahai Rasulullah izinkanlah aku memenggal lehernya”. Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “biarkanlah ia, sesungguhnya ia memiliki para sahabat dimana salah seorang dari kalian menganggap kecil shalat kalian dibanding shalat mereka dan puasa kalian dibanding puasa mereka, mereka membaca Al Qur’an tetapi tidak melewati tenggorokan mereka, mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya. Dilihat mata panahnya maka tidak nampak apapun, dilihat pegangan panahnya maka tidak nampak apapun, dilihat batang panahnya maka tidak nampak apapun, dilihat bulu panahnya maka tidak nampak apapun sungguh ia mendahului kotoran dan darah. Ciri-ciri mereka adalah seorang laki-laki hitam yang salah satu lengannya seperti payudara perempuan atau seperti daging yang bergerak-gerak dan mereka keluar saat terjadi perselisihan di antara orang-orang. Abu Sa’id berkata “aku bersaksi bahwa aku mendengar hadis ini dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan aku bersaksi bahwa Ali bin Abi Thalib telah memerangi mereka dan ketika itu aku bersamanya, maka ia [Ali] memerintahkan untuk mencari laki-laki itu, akhirnya orang itu ditangkap dan dibawa kehadapannya maka aku bisa melihat ciri-ciri yang disebutkan oleh Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] [Shahih Bukhari 4/200 no 3610]

    حدثنا محمد بن رمح بن المهاجر أخبرنا الليث عن يحيى بن سعيد عن أبي الزبير عن جابر بن عبدالله قال أتي رجل رسول الله صلى الله عليه و سلم بالجعرانة منصرفه من حنين وفي ثوب بلال فضة ورسول الله صلى الله عليه و سلم يقبض منها يعطى الناس فقال يا محمد اعدل قال ويلك ومن يعدل إذا لم أكن أعدل ؟ لقد خبت وخسرت إن لم أكن أعدل فقال عمر بن الخطاب رضي الله عنه دعني يا رسول الله فأقتل هذا المنافق فقال معاذ الله أن يتحدث الناس أني أقتل أصحابي إن هذا وأصحابه يقرأون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون منه كما يمرق السهم من الرمية

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh bin Muhajir yang berkata telah mengabarkan kepada kami Laits dari Yahya bin Sa’id dari Abu Zubair dari Jabir bin ‘Abdullah yang berkata “seseorang datang kepada Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] di Ji’ranah setelah pulang dari perang Hunain. Ketika itu dalam pakaian Bilal terdapat perak maka Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] membagikannya kepada manusia. Orang tersebut berkata “wahai Muhammad berlaku adillah?”. Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “celaka engkau, siapa yang bisa berlaku adil jika aku dikatakan tidak berlaku adil? Sungguh celaka dan rugi jika aku tidak berbuat adil. Umar berkata “wahai Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] izinkanlah aku membunuh munafik ini”. Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang-orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri, sesungguhnya orang ini dan para sahabatnya suka membaca Al Qur’an tetapi tidak melewati tenggorokan mereka, mereka keluar darinya seperti anak panah yang lepas dari busurnya” [Shahih Muslim 2/740 no 1063]
    Jadi sebenarnya cikal bakal khawarij sudah muncul dizaman Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] yaitu dari salah seorang sahabat Nabi yang dipanggil Dzul Khuwaisirah berserta para sahabatnya. Ibnu Hajar memasukkannya dalam kitabnya Al Isabah dimana ia mengatakan kalau Ibnu Atsir memasukkan Dzul Khuwaisirah sebagai sahabat Nabi dan ia seorang laki-laki dari bani tamim, selain itu diriwayatkan kalau namanya adalah Hurqus bin Zuhair [Al Isabah  2/411 no 2452]. Disebutkan pula kalau ada yang mengatakan ia adalah Dzu Tsudayyah orang yang terbunuh bersama khawarij lainnya di Nahrawan [Al Isabah 2/409 no 2448]
    Dzul Khuwaisirah termasuk penduduk Bani Tamim dan di masa Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] penduduk Bani Tamim tinggal di wilayah timur jazirah arab yaitu Najd. Bani Tamim adalah suku arab keturunan Tamim bin Murr bin Ad yang nasabnya sampai kepada Ilyas bin Mudhar, jadi mereka termasuk bani Mudhar.
    .
    dan akhirnya tebrukti ada gerakan sekte yg sekarang marak didunia islam bersumber dari wilayah tanduk setan yaitu= najd/najed....hati2 dg smua sekte yg membawa nama anajed ato tokohnya dari wilayah najed....


sifat wudlu dan tayamum nabi


TATA CARA BERWUDHU YANG BENAR

1. Baca basmalah lebih dahulu.
2. Cuci kedua tangan sampai pergelangan tiga kali diluar tempat air, yaitu
tidak memasukkan tangan ke tempat air pada permulaan wudhu.
3. Kemudian ambillah air dengan cedokan tangan sambil berkumur-kumur tiga
kali bersamaan dengan mencuci hidung.
4. Kemudian kedua tangan mencuci muka , mulai dari bagian atas dahi sampai ke
bawah belakang dagu atau janggut , kanan kiri muka daun telinga dilakukan tiga kali.
5. Kemudian mencuci tangan kanan sampai kedua siku , dan mencuci tangan kiri sampai
kedua siku dikerjakan tiga kali .
6. selanjutnya kedua tapak tangan dibasahi air, dan disapukan mulai dari ubun-ubun sampai
belakang kepala dan terus pada kedua telinga dengan cara : telunjuk masuk ke lubang
telinga dan ibu jari menyapu telinga bagian luar , satu kali saja.
7. Terakhir , mencuci kedua kaki sampai mata kaki , sebanyak tiga kali, lalu tutup dengan doa wudhu.
“ASYHA DUALLAILLAHA ILLALLAH WAHDAHU LASSYARIKALAH WAASYHADU ANNA
MUHAMMADAN RASULULLAH , ALLAHUMAJALNI MINATTAWWABINA WAJAALNI MINAL MUTATAHHIRIN”

TATA CARA BERTAYAMMUM

Mengerjakan tayamum dibolehkan apabila :
I. Sudah masuk waktu shalat tapi tidak ada air.
II. Ada air di tempat itu, tetapi orang tsb sakit dan tidak bisa kena air atau takut akan sakit bila kena air. (mandi)
III. Alat yang digunakan tayammum ada dua kemungkinan yaitu dengan menggunakan tanah yang bersih , atau benda yang bersih, bila sementara di atas kendaraan seperti mobil atau pesawat.
Cara Mengerjakannya sbb:
- Baca dulu basmalah
- Kemudian kedua telapak tangan dipukulkan ke atas debu , atau benda besih, seperti dinding pesawat bila tidak ada debu . Lalu kedua tapak tangan disapukan ke muka , mulai dari bagian atas dahi sampai ke bagian bawah dagu , sebanyak satu kali sapu.
- Selanjutnya , tapak tangan kiri langsung menyapu belakang tapak tangan kanan sampai pergelangan tangan satu kali dan dengan tapak tangan kanan menyapu bagian belakang tangan kiri sampai pergelangan tangan sebanyak satu kali sapu.
- Berarti; hanya satu kali ,memukulkan dua tapak tangan ke debu , untuk menyapu muka, terus kedua tangan sampai pergelangan tangan.
- Perhatian : Jika menyapu tangan sampai ke siku, atau ketiak itu termasuk hadist daif .
- Jika tayammum hanya menyapu muka dan tangan sampai kedua pergelangan tangan , itu adalah hadist Bu khari (Lihat Nailul Authar I Hal. 286 dan 289 )

Hadis Nabi : “ Innar Rajula Yushalli Sittiina Sanatan Wamalaahu Shalaaton (r. Ahmad) Artinya : di akhirat nanti , ada orang yang diperiksa shalatnya selama 60 tahun shalat, tetapi tidak ada shalatnya yang diterima.

dasar agama islam

Rukun Iman (pilar keyakinan) ini adalah menurut aliran Islam Sunni terdiri dari:
  • Iman kepada Allah.
    • Patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah.
  • Iman kepada malaikat-malaikat Allah.
    • Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta.
  • Iman kepada kitab-kitab Allah.
    • Melaksanakan ajaran kitab-kitab Allah hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur'an.
    • Al-Qur'an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, Taurat, dan Injil.
  • Iman kepada rasul-rasul Allah.
    • Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran.
  • Iman kepada hari kiamat.
    • Faham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan.
  • Iman kepada Qada dan Qadar.
    • Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta.

    • Rukun Islam terdiri daripada lima perkara:
    • Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah.
    • Menunaikan salat lima kali sehari.
    • Mengeluarkan zakat.
    • Berpuasa pada bulan Ramadan.
    • Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.

      dalam agama islam hati itu mempeJadi, meski seseorang sedang melakukan ibadah, namun sesungguhnya bukan ibadah jika dalam melakukannya hati tidak sedang bersama Allah.
      Sebaliknya, jika secara perilaku mungkin tampak tidak sedang melakukan ibadah, atau sedang bersama orang banyak, namun ketika itu hatinya sedang bersama Allah, itu adalah ibadah.
      ngaruhi nilai ibadah umat

Selasa, 17 Januari 2012

copas= mafia jual beli pusaka

copas ttg mafia jual beli barang antik
Oleh karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan beberapa orang yang sering ditanyakan kepada qu..lantaran aq adalah orang yang pernah mengenal seseorang yang bergelut didunia ini, akhirnya aku turunkan tulisan ini.

Tulisan ini pun aku sadur dari seorang paranormal sendiri.

Banyak yang bertanya pada ku, tentang kebenaran bisnis ini..namun aku tak ingin menjawabnya, karena aku takut salah.

Setiap ada pertanyaan tentang "apakah bisnis ini benar" aku hanya menjawab "jika kamu ragu, mundurlah..tapi jika kamu yakin..silahkan maju"

lalu orang itu bertanya lagi pada ku "Kamu kan tau tentang apa yang dilakukan oleh teman kamu itu, selama kamu dekat dengannya, gimana cara kerja dibelakangnya. kamu pasti tau kan tentang benar atau ga nya bisnis ini" aku jawab "Hm, aku ga bisa jawab apa-apa..aku hanya bisa bilang cobalah dipikir pakai logika aja..selidiki sendiri tentang kebenarannya ya"

Orang itu terus bertanya pada ku seolah memaksa ku untuk menjawab yang sebenarnya. "Cha, apakah benar ada pembelinya dibelakang dy" Lalu aku jawab "selama ada penjual pasti ada pembeli, tapi untuk masalah ini...aku ga bisa bilang 'iya' atau bilang 'ga' karena aku sendiri pun ga tau.."

dy bertanya lagi "masa ga tau sich? kan kamu dekat dengan dy" dan aku menjawab "gini ya..intinya aku ga mau jawab bisnis ini benar atau ga, karena kalau aku bilang benar..tapi sebenarnya bisnis ini ga benar, sama aja aku menjerumuskan orang. dan kalau aku bilang bisnis ini salah, tapi ternyata ini bisnis benar..berati aku menghambat rejeki orang donk..jadi lebih baik aku jawab ga tau..karena aku emang ga tau"

Padahal dalam hati, ingin sekali aku memberitahunya, tapi aku takut nanti semua jadi kacau. Jadi aku cari info yang bisa dapat menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan mereka selama ini ke aku. Dan akhirnya aku menemukan tulisan ini, tulisan ini berasal dari salah satu Paranormal yang sangat mengerti dalam bidang 'Bisnis' tersebut.

So, aku mengangkatnya hanya semata-mata agar tak ada lagi yang akan bertanya dengan ku..karena sudah ada yang dapat mewakilkannya, yaitu orang yang sudah berkompeten dibidangnya.

Kalau kita lihat disite ini, banyak yang mempost tulisan mengenai MD (Mirah Delima), RB (Rantai Babi) dan pusaka-pusaka lain yang memang dipercaya memiliki keampuhan dan bernilai tinggi. Apakah pusaka itu memang ada dan benarkah ada pembelinya. Simak tulisan berikut, agar anda tidak terjebak pada MAFIA jual beli ini.

Berani dimaharkan sampai 5M, 10M, 100M (M itu dibaca milyar rupiah). Transaksi didepan notaris, pakai bank garansi, dsb. dsb. Begitulah bunyi tipikal yang sering kita dengar.

Seperti pernah ditulis pada artikel serupa mengenai MD, mungkin dalam perjalanan waktu saya hampir 20 tahun ini akrad dengan dunia spiritual, saya sering mendengar pembicaraan tersebut. Sehingga saya-pun tertarik berburu pusaka tersebut, tergiur dengan uang banyak yang ditawarkan.

Tetapi juga, dalam perjalanan hidup saya tersebut, tidak ada satupun transaksi yang jadi dalam jumlah besar itu. Tidak ada satupun, bahkan mendekati angka 500 juta saja tidak ada.

MD yang pernah saya dapatkan, pernah saya jual paling tinggi, hanya seharga 140 juta rupiah saja. Itupun pembelinya bukan peminat MD, tetapi kolektor batu akik. Batu MD tersebut harus disertifikasi dulu dibadan sertifikat batu akik, daerahnya disekitar duta merlin, ongkosnya itu 100ribu rupiah. Hasilnya adalah rubi seilon. Dengan diameter 4mm, itu nilai pasaran internationalnya adalah 150jutaan. Batu yang sudah disertifikat ini akan dinilai, kekerasan, kandungan batu dan ukuran karatnya. Anda juga bisa menjual di Singapura dengan harga yang kurang lebih sama.

Batu MD, secara alami mampu membiaskan cahaya dalam jumlah besar. Semakin besar ukuran diameternya (dibaca karat), semakin besar efek biasnya. Ukuran diameter 4mm, pernah diuji mampu membiaskan cahaya ke 14 gelas bulat, dan 27 gelas kotak. Sedangkan mitos anti cukur, itu gampang saja, tinggal memasukkan jin kedalamnya, beres. (Lihat konsep ruh, pada latihan kepekaan rasa).

Mengenai keampuhannya inilah mafia jual beli benda pusaka ini mencari nafkah dengan cara menipu. Mereka bekerja sama, antara pemilik barang (penjual) dan pembeli (istilahnya yang akan memaharkan) lewat cara yang sangat halus. Saya pernah telusuri, otaknya ya 1 orang saja. Yang mau beli, ternyata yang memiliki barangnya.

Modusnya dengan menyebarkan list barang-barang yang dipercaya memiliki keampuhan, beserta daftar harganya. Disinilah orang-orang bodoh yang akhirnya juga mengambil kesempatan dan menjadi antek-antek tersebut berperan. Dengan gosip-gosip hebat, seperti pembelinya adalah sultan Brunei, Sadam Husein, dan tokoh-tokoh timur tengah, sudah berhasil menipu ratusan orang.

Kuncinya di tester. Inilah cara mereka mencari uang dengan cara tidak halal tersebut. Tester, orang yang akan mengetes benda-benda pusaka ini, memiliki ilmu yang lumayan tinggi, sebagian memiliki pusaka yang mampu meredam kemampuan atau khasiat dari benda yang akan ditestnya. Dengan perjanjian tertulis, kadang didepan notaris, uang jaminan yang jumlahnya bisa puluhan juta, bahkan ratusan juta untuk uang test ini (biasa disebut garansi), setiap benda yang akan ditest akan mengalami kegagalan ditangan tester ini. Artinya pemilik barang dan crewnya akan gigit jari, kehilangan uang yang dipertaruhkan.

Saya melihat, banyak orang yang langsung jatuh miskin, kehilangan harta bendanya oleh tester ini. Crew, orang-orang tidak mampu, walau ada juga dari golongan mampu maruk harta, yang bermimpi akan mendapatkan uang dalam jumlah banyak, patungan, berjudi mempertaruhkan hartanya untuk uang garansi ini. Para pemilik dan crewnya sangat yakin akan keampuhan benda pusaka yang mereka miliki sehingga mereka yakin pasti akan lulus test.

Kadang juga, pemilik benda kerjasama dengan tester. Pemilik benda tinggal mencari orang yang mau memberi modal untuk uang garansi tersebut. Dan akhirnya setelah pemodal melihat keampuhan dan mau memodali, uangnya kandas ditangan tester. Yang seperti inilah modus yang sering terjadi. Masya Allah.

Saran saya, kalau anda pemilik benda pusaka, simpan saja. Jadikan itu pusaka kenangan yang bisa anda turunkan keanak cucu. Kalau memili batu-batu yang bagus, disertifikatlah. Badan sertifikat itu juga mampu mencarikan orang-orang yang mau membeli batu yang kita miliki dengan harga wajar sesuai pasaran internasional.

Mengenai mitos-mitos dari benda pusaka ini, biarlah itu menjadi mitos saja, karena isu ini justru ditiupkan oleh mafia tersebut. Para penipu, (sudah ada 3 orang yang sampai mati dibunuh, tinggalnya disekitar kota, sementara beberapa timnya babak belur oleh pemilik barang yang sangat kesal karena merasa tertipu) hati-hati saja, tidak selamanya usaha ini selamat.

Dan calon makelar, baik dari sisi penjual maupun pembeli, jangan sampai secara tidak sadar masuk didalam lingkaran mafia ini. Nyawa taruhannya, kita bicara uang yang sangat besar, yang bisa membuat orang gelap mata, belum lagi harta dan keluarga yang bisa tiba-tiba hilang tak tentu rimbanya.
_________________________________________

Oh iy, aq jadi ingat..saat sore hari, saat aq dan dy sedang menuju kesebuah tempat makan yang ada didaerah cawang..saat kami masih diperjalanan, aq ngobrol dengannya. Aq memintanya untuk berhenti dari bisnis tersebut, tapi dy malah menjawab "kamu tau ga yank..hanya karena ingin dapat uang demi bisa nikahin kamu, aq rela mati yank..bisnis ini hanya orang gila yang mw melakukannya yank..! ini semua demi kamu n bla bla blaaaaa..." haaaaaaa.....alasannya selalu untuk biaya nikah nikah dan nikah (Tapi kenyataannya apa...?)

Aq jenuh n bosan mendengar alasannya itu..!

Sampai akhirnya dy berkata sendiri pada qu "Aq ini mafia besar..! aq kenal semua mafia-mafia yang ada disini..! ini bener-bener bisnis orang gila...resikonya yang harus aq tanggung ini sangat besar.." lalu aq tanya dy "mw sampai kapan menjalani bisnis ini?? kapan mau berhentinya? apa harus kena masalah besar dulu, baru kamu berhenti"? dan dy menjawab "sampai uang qu terkumpul banyak..dan tergantung teman qu si B..jika B berhenti, aq akan berhenti..tapi jika B ga berhenti..aq juga ga akan berhenti. B itu udah nolong aq..dy yang merubah aq seperti sekarang ini, dari aq ga punya uang sampai sekarang akhirnya aq punya uang..kamu tau kan yank kondisi usaha orang tua aq lagi kaya gimana, aq ingin bantu mereka..aq ingin nyenengin mereka..hanya aq harapan satu-satunya yang bisa merubah keadaan. aq ingin kondisi ekonomi keluarga aq bisa kembali seperti dulu lagi yang serba ada. orang tua aq udah mulai sakit-sakitan yank..dan aq ingin bantu mereka. untung aq kenal dengan B..aq banyak utang budi ma dy..karena dy lah..aq bisa jadi sekarang ini...n bla bla bla..."

Yaaaaah...itu sedikit yang masih aq ingat.

Semua ucapannya masih aq ingat..sampai ucapan itu diucap dimana dan dalam keadaan apa..aq pun masih sangat ingat. Aq juga masih ingat pakaian apa yang dikenakannya saat dy mengucapkan kata-kata yang diatas itu..! ingatan qu cukup tajam jika berhubungan dengan yang bisa mempengaruhi emosi qu.

Yups....
biar bagaimana pun..dy adalah orang yang pernah dekat dengan qu, juga orang yang pernah ada dihati qu. walau kini dy udah bukan siapa-siapa aq..walau cara berakhirnya hubungan kami ini dengan cara yang sangat tidak enak/menyakitkan...tapi tetap dihati terkecil qu, aq selalu mengharapkan agar suatu saat dy akan segera berhenti dan bertobat, kembali ke jalan yang benar. Aq ga ingin terjadi apa-apa dengannya..bukan karena aq masih menyayanginya, melainkan karena aq masih perduli dengannya. aq masih perduli dengan keselamatannya.

Kadang aq sangat menyayangkan...peran orang tuanya. Orang tua nya sama sekali ga mengetahui hal ini...andai mereka mengetahuinya, aq yakin sebagai orang tua..mereka pasti akan sangat sedih melihat perjuangan anaknya yag sampai berani mempertaruhkan nyawa nya demi untuk membahagiakan mereka. Dan tentunya,jika mereka mengetahuinya..pasti mereka ga menginginkan anak kesayangan mereka sampai menjadi seorang mafia..!

Semoga kamu segera diberi hidayah oleh Allah SWT...! Amiiiiin Ya Robbal Alamiiiin..
Reaksi:
0 Responses

cara membuat android awet batre

Tips Trik Agar Baterai Ponsel Android Menjadi Lebih Awet/Tahan Lama
Untuk pengguna ponsel android menggunakan ponsel android yang tahan lama batrainya adalah hal yang berpengaruh dalam penggunaan gadget bagi dirinya. Ini adalah salah satu kelemahan android yaitu os android ini akan memakan banyak power batrai ketika kita menggunakan koneksi internet. para pengguna androis akan terus menerus beruasaha agar dia bisa online lebih lama tanpa memikirkan batrai ponselnya habis. Dan batrai yang digunakan akan awet dan lebih tahan lama jika mereka tau bagaimana memperlakukan batrai tersebut. Apalagi ponsel android menganjurkan untuk selalu terkoneksi ke internet.

1. Buat android anda “diet” internet. apakah anda tahu caranya?
CARANYA :
buka settings > wireless & networks > mobile networks hilangkan centang pada data traffic.Quote: 2. Matikan services yang berjalan di background


2. walo penguna tidak membuka nya terkadang ada sesuatu dari aplikazsi trsebut masih berjalan.
CARANYA : buka settings > applications > running services tap untuk mematikan services.

3. Kurangi brightness dan time-out layar, apakah anda tahu caranya?
CARANYA :
buka settings > sound & display > brightness dan set menjadi 0 (brightness).
Untuk mengatur timeout: buka settings > sound & display > screen timeout, set menjadi 15 second (screen timeout).

4. Hilangkan animation & accelerometer/auto-rotate. apakah anda tahu caranya?
CARANYA : buka settings > sound & display hilangkan centang pada orientation, dan set animations menjadi some animations atau no animations.

Minggu, 15 Januari 2012

jamu gurah enak dan bkasiat

Sekoteng Gurah

Minuman tradisional untuk membersihkan paru-paru & saluran nafas, menjaga kesehatan jantung & liver, anti bakteri & virus, meningkatkan stamina & gairah seksual. Juga sedia kapsul untuk menyembuhkan stroke, darah tinggi, kanker, radang: jantung, ginjal, lambung, dan usus. 100% alami. DepKes RI No. SP. 618/ 1203/ 02. Hub di e-mail dkartiko@ yahoo.com atau HP. 08157933667, 08886829663.

Negara Asal:Indonesia

bid'ah khasanah

Dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/01/15/bisa-terjerumus-sekulerisme/ kami sampaikan bahwa menolak adanya bid'ah hasanah bisa terjerumus paham sekulerisme

Solusi penangkal paham sekulerisme atau solusi penangkal paham SEPILIS (sekulerisme, pluralisme, liberalisme) secara umum adalah dengan pemahaman akan adanya bid'ah hasanah sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Mazhab yang empat, pemimpin atau imam ijtihad kaum muslim pada umumnya (Imam Mujtahid Mutlak) yang bertalaqqi (mengaji) langsung dengan Salafush Sholeh.

Dengan kesadaran adanya bid'ah hasanah maka setiap kita akan melakukan perbuatan atau mencontohkan perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka kita akan merujuk kepada Al Qur'an dan As Sunnah.

Jika perbuatan tersebut bertentangan dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka perbuatan itu termasuk bid'ah dholalah
Jika perbuatan tersebut tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka perbuatan itu termasuk bid'ah hasanah

Imam Syafi’i ~rahimahullah berkata “Apa yang baru terjadi dan menyalahi kitab al Quran atau sunnah Rasul atau ijma’ atau ucapan sahabat, maka hal itu adalah bid’ah yang dhalalah. Dan apa yang baru terjadi dari kebaikan dan tidak menyalahi sedikitpun dari hal tersebut, maka hal itu adalah bid’ah mahmudah (terpuji)”

Imam Syafi’i ~rahimahullah berkata “Perkara-perkara yang baru (al muhdats) terbagi dua, Pertama : perkara baru yang bertentangan dengan kitab, sunnah, atsar para sahabat dan ijma’, ini adalah bid’ah dlalalah, kedua: perkara baru yang baik dan tidak bertentangan dengan salah satu dari hal-hal di atas, maka ini adalah perkara baru yang tidak tercela” (Diriwayatkan oleh al Hafizh al Baihaqi dalam kitabnya “Manaqib asy-Syafi’i”, Juz I, h. 469)

Pemahaman yang memisahkan bid'ah kedalam urusan agama dan bid'ah secara bahasa atau bid'ah urusan dunia adalah bentuk keterjermusan kedalam paham Sekulerisme , paham yang memisahkan urusan dunia dan urusan agama (urusan akhirat).

Firman Allah Azza wa Jalla,  alyawma akmaltu lakum diinakum, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu” (QS Al Maaidah [5]:3)

Islam itu din yang sempurna, tercakup di dalamnya semua aspek kehidupan di dunia untuk kebahagiaan di akhirat. Aspek-aspek itu antara lain kehidupan berpolitik, bermasyarakat, bernegara, bermuamalah dan sebagainya

Apakah sikap dan perbuatan yang termasuk urusan dunia boleh bertentangan dengan Al Qur'an dan As Sunnah ?

Setiap sikap dan perbuatan manusia urusan dunia maupun urusan akhirat harus tetap merujuk dengan Al Qur’an dan As Sunnah dan menetapkannya dalam hukum taklifi yang lima (haram, makruh, wajib, sunnah, dan mubah).   Perbuatan merujuk dengan Al Qur’an dan As Sunnah termasuk  dzikrullah (mengingat Allah).

Jadi urusan dunia  adalah ibadah juga. Jika urusan dunia tersebut bertentangan dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka termasuk amal keburukan (sayyiah) dan jika urusan dunia tersebut tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan As Sunnah maka termasuk amal kebaikan.

Urusan dunia yang tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan As Sunnah dan tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah maka termasuk juga ke dalam bid'ah hasanah

Paham SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme) diusung oleh kaum Zionis Yahudi. Hal ini telah diuraikan dalam tulisan pada
http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/12/25/2010/01/18/sekularisme-pluralisme-dan-liberalisme/
http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/12/25/2010/01/26/kekeliruan-pluralisme/
http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/12/25/2010/02/03/penghambaan-sesama-manusia/
http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/12/25/2010/02/23/bahaya-laten/
http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/12/25/2010/01/13/dibalik-krisis/

Allah Azza wa Jalla menciptakan kaum Yahudi sebagaimana yang dikehendakiNya

Kaum Yahudi dan kaum musyrik, termasuk yang terjerumus kemusyrikan, terjerumus dalam kekufuran yang disebabkan oleh berbagai macam sebab, mereka mempunyai rasa permusuhan terhadap manusia yang telah bersyahadat

Firman Allah ta’ala yang artinya, “orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” ( QS Al Maaidah [5]: 82 )

Kita dapat menyaksikan bagaimana paham SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme) mulai merasuk kedalam perguruan-perguran tinggi Islam di negeri kita seperti yang dulu bernama IAIN. Juga ke dalam universitas Islam di wilayah kerajaan dinasti Saudi tentu dengan cara-cara yang lebih halus dan terarah.

Kaum Zionis Yahudi tentu juga berupaya memasukkan paham SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme) ke dalam organisasi-organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dll

Begitu juga kaum Zionis Yahudi  berupaya memasukkan paham SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme) ke dalam sistem pemerintahan seluruh negara di dunia ini. Termasuk ke dalam pemerintahan kerajaan dinasti Saudi. Pemerintahan kerajaan dinasti Saudi walaupun mereka berupaya memerintah berlandaskan syariat Islam namun tidak sepenuhnya berlandaskan syariat Islam. Sistem pemerintahan yang mereka terapkan adalah Monarki (kerajaan) . Mereka katakan bahwa mereka mengikuti khalifah Muawiyyah.

Khalifah Muawiiyah ketika itu bermaksud meniru suksesi kepemimpinan yang ada di Persia dan Bizantium, yaitu Monarki (kerajaan). Akan tetapi, gelar pemimpin pusat tidak di sebut raja (malik), mereka tetap menggunakan gelar khalifah dengan makna konotatif yang di perbaharui. Langkah awal dalam rangka memperlancar pengankat Yazid sebagai penggantinya adalah menjadikan Yaizid Ibn Muawiyyah sebagi putra mahkota (tahun 53 H).

Penunjukkan Yazid sebagai putra mahkota telah melahirkan reaksi dari masyrakat. Proses terjadi dimasyarakat karena Muawiyyah telah mengubah sistem suksesi peminpin; di samping itu, pengangkatan Yazid sebagai pengganti Muawiyyah berarti telah terjadi pelanggaran perjanjian antara Muawiyyah dengan Hasan Ibn Ali ra .

Ketika Yazid naik tahta, sejumlah tokoh terkemuka di Madinah menolak melakukan bai’at. Akan tetapi, Muawiyyah berhasil memaksa mereka untuk melakukan bai’at. Dua tokoh yang tidak berhasil dipaksa melakukan bai’at adalah Husain Ibn Ali dan Abd Allah Ibn Zuabair. Apa yang dilakukan dan dicontohkan oleh Muawiyyah membentuk kepemimpinan pemerintahan dengan sistem kerajaan meniru peradaban Persia dan Bizantium pada hakikatnya adalah perkara baru (bid’ah).

Rasulullah bersabda : “Tidak boleh bagi tiga orang berada dimanapun di bumi ini, tanpa mengambil salah seorang diantara mereka sebagai amir (pemimpin)

Sungguh, dianggap (penisbatan) berkhianat kepada Allah , Rasul-Nya dan kaum mukminin, merupakan ancaman keras bagi siapapun yang tidak bertanggung jawab dalam memilih pemimpin, sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas: “Barangsiapa memilih seseorang menjadi pemimpin untuk suatu kelompok, yang di kelompok itu ada orang yang lebih diridhai Allah dari pada orang tersebut, maka ia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.” (HR. Hakim)

Dalam sejarah Islam kita kenal adanya ahlu a-halli wa al-‘aqdi yang merupakan demokrasi berdasarkan perwakilan yang berkompetensi dan terpercaya.  Ketetapan/fatwa/kebijaksanaan diambil dengan permusyawaratan / perwakilan.
Musyawarah untuk mufakat sistem perwakilan yang berkompetensi dan terpercaya atau ahlu a-halli wa al-‘aqdi telah dicontohkan oleh para Khulafaur Rasyidin dalam menetapkan khalifah pertama setelah wafatnya Sayyidina Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Begitupula , pemerintahan kerajaan dinasti Saudi dan pemerintahan beberapa negara lainnya yang dipimpin oleh penguasa negara yang beragama Islam menjadikan kaum kafir sebagai teman kepercayaan, penasehat, pelindung dan pemimpin.

Firman Allah Azza wa Jalla,
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui“. (QS Al Mujaadilah [58]:14 )

Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah…” (Qs. Ali-Imran : 28)

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Qs. Al Mujadilah : 22)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” , (QS Ali Imran, 118)

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati“. (QS Ali Imran, 119)

Sikap para ulama yang menyerahkan "urusan dunia" secara bulat-bulat kepada penguasa negeri adalah bentuk keterjerumusan kedalam paham sekulerisme.

Begitu pula dengan paham pluralisme boleh jadi telah masuk kedalam pemerintahan dinasti kerajaan Saudi Perhatikan video pada http://www.youtube.com/watch?v=48kUEx9iGk8

Berikut transkript subtitle yang kami dapatkan dari melihat  video tersebut.
***** awal transkript subtitle *****
Adapun langkah yang berbahaya adalah apa yang dilakukan Raja Abdulloh yang meminta untuk mendekatkan berbagai agama dan menyetujui suatu agama yang diridhoi oleh PBB dan dianut oleh seluruh bangsa.

Raja Abdullah:
”Saya meminta kepada seluruh agama yang turun dari langit” (samawi)
”Untuk berkumpul dengan saudara-saudara mereka dalam satu iman dan ketaatan kepada seluruh agama, karena kita menghadap kepada satu Tuhan”
”Saya pernah berpikiran untuk mengunjungi Vatican, dan sayapun telah mengunjunginya”
”Sayapun bertemu dengan Paus dan saya berterima kasih padanya”
”Saya berterima kasih (karena) dia menemui saya”
”Saya tidak akan melupakan pertemuan seorang manusia dengan seorang manusia”
”dan ketika itu aku tawarkan ide ini kepadanya yaitu untuk menghadap kepada Tuhan ~ Yang Maha Perkasa lagi Mulia ~”
”Menghadap kepada Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Mulia, dalam apa yang Dia perintahkan dalam agama-agama yang turun dari langit dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an”
”Kita meminta kepada Tuhan Yang Maha Mulia lagi Perkasa agar memberi petunjuk pada kita semua”
”Semua agama-agama ini kepada satu kalimat yang diperintahkan oleh Tuhan ~Yang Maha Perkasa lagi Mulia ~ untuk dilaksanakan oleh manusia”
”Insyaallah dalam waktu sedekat mungkin, dan ketika kita berkumpul dan telah disetujui, Insyaallah, semuanya dalam kebaikan ~ semua agama”
”Saya akan pergi ke PBB, Saya juga yakin hingga orang yang beriman dengan Abrahamisme”
”Saya juga menginginkan mereka …. tapi ketiganya ini wajib bagi mereka Taurat, Injil dan Al-Qur’an dan selebihnya Insyaallah semuanya baik”
”Pada mereka ada kebaikan, karena kemanusiaan mereka juga bagus”
”karena moral mereka juga bagus dan karena negara mereka juga bagus dan karena semuanya adalah keluarga”

Sungguh keluarga Saudi telah memulai ~dalam kemurtadan yang jelas ~ mepersiapkan sebuah agama baru , dan itu dilakukan dengan beberapa langkah. Yang pertama adalah konferensi Makkah yang terakhir yang mengumpulkan beberapa kelompok sesat dan menyimpang dari hukum Allah untuk menyetujui agama yang baru. Sebagaimana pada fase berikutnya ditawarkan kepada Yahudi, Nasrani dan Budha di konferensi Spanyol dengan munculnya sebuah agama yang disetujui oleh PBB dan agar bisa diterima oleh semuanya. Padahal cukuplah Allah bagi kita, dan (Dia lah) sebaik-baiknya Pelindung.
***** akhir transkript subtitle *****

Paham pluralisme merasuk kedalam kaum muslim dengan menyalahgunakan firman Allah ta'ala yang artinya,

"Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal sholeh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS Al Baqarah [2]: 62)

Makna firman Allah ta'ala tersebut adalah
Kaum Yahudi pada zaman Nabi Musa a.s yang mentaati syariat yang dibawa oleh Nabinya dan beramal sholeh akan masuk surga
Kaum Nasrani pada zaman Nabi Isa a.s yang mentaati syariat yang dibawa oleh Nabinya dan beramal sholeh akan masuk surga
Kaum Shabiin , orang-orang yang mengikuti syari'at Nabi-nabi zaman dahulu dan beramal sholeh akan masuk surga
Namun setelah syariat disempurnakan ketika Rasulullah di utus maka semua manusia wajib mengikuti syariat yang dibawa oleh Rasulullah.

Jika manusia mentaati syariat yang dibawa oleh Rasulullah dan beramal sholeh niscaya masuk surga,  telah diuraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/12/29/masuk-surga/

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “ Demi Allah, yang diriku ada dalam genggaman tanganNya, tidaklah mendengar dari hal aku ini seseorangpun dari ummat sekarang ini, Yahudi, dan tidak pula Nasrani, kemudian tidak mereka mau beriman kepadaku, melainkan masuklah dia ke dalam neraka.”

Hadits yang diriwayatkan Sufyan bin Uyainah dengan sanadnya dari Adi bin Hatim. Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tentang orang-orang yang dimurkai“, beliau bersabda, ‘Kaum Yahudi.’ Saya bertanya tentang orang-orang yang sesat, beliau bersabda, “Kaum Nasrani.“

Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani kalau mereka benar-benar mengikuti syariat yang di bawa Nabi mereka maka mereka pasti telah disampaikan akan kedatangan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah yang terakhir

Firman Allah ta’ala yang artinya,
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” ( QS Al Baqarah [2]:146 )

Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah  yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS Al Baqarah [2]:140 )

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu“. ( QS Ali Imran [3]:81 )

Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw. berkata:  ‘Setiap kali Allah subhanahu wa ta’ala mengutus seorang nabi, mulai dari Nabi Adam sampai seterusnya, maka kepada nabi-nabi itu Allah subhanahu wa ta’ala  menuntut janji setia mereka bahwa jika nanti Rasulallah shallallahu alaihi wasallam. diutus, mereka akan beriman padanya, membelanya dan mengambil janji setia dari kaumnya untuk melakukan hal yang sama’.

Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“. (QS Al Baqarah [2]: 132 )

“illa wa antum muslimuun”, “kecuali dalam keadaan muslim” , “kecuali dalam keadaan memeluk agama Islam”, kecuali manusia yang berserah diri kepada Allah Azza wa Jalla, berserah diri dengan mentaati perintahNya dan laranganNya.

PerintahNya dan laranganNya telah disempurnakan ketika Muhammad bin Abdullah diutus menjadi Rasulullah.

Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” ( QS Al Maaidah [5]:3 )

Jadi penduduk surga pastilah seorang muslim, mereka yang telah bersyahadat.  Jika kaum non muslim benar-benar bertauhid atau berkeyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah maka mereka akan mentaati tuhannya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam untuk bersyahadat atau memeluk agama Islam jika tidak maka mereka termasuk kaum kafir.

Hakikat kafir atau menyekutukan Allah atau mereka yang melakukan perbuatan syirik adalah mereka yang tidak mengakui ke -Maha Kuasa – an Allah Azza wa Jalla

Iblis dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla karena mereka tidak mengakui ke -Maha Kuasa -an Allah Azza wa Jalla dengan tidak mentaati kewajibanNya berupa perintah untuk sujud kepada manusia (Nabi Adam a.s).

Orang Islam yang bersujud (sholat) menghadap Ka’bah, tidak berarti dia menyembah Ka’bah, akan tetapi dia sebenarnya sedang bersujud dan menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menghadap ke Ka’bah perwujudan menjalankan perintahNya atau mengakui ke Maha Kuasa an Allah Azza wa Jalla. Begitu juga para malaikat sujud kepada manusia (Nabi Adam a.s) perwujudan melaksanakan perintahNya atau mengakui ke Maha Kuasa an Allah Azza wa Jalla.

Kaum Yahudi dan Kaum Nasrani walaupun sebagain kecil mereka beriman kepada Allah namun tetap dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla dan dinyatakan sebagai orang-orang yang sesat karena mereka tidak mengakui ke-Maha Kuasa-an Allah Azza wa Jalla dengan tidak mentaati kewajibanNya berupa perintah untuk bersyahadat.

Sebagaimanapun amal kebaikan yang kaum non muslim  lakukan,  selama mereka tidak bersyahadat maka tidak akan bermanfaat di akhirat kelak

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh”. (QS Ibrahim [14]:18 )

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mu’min dan beramal sholeh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka”. (QS Muhammad [47]:12 )



Wassalam